BREAKING NEWS
 

Kabar dari Lokasi Bencana Semakin Menggembirakan

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 12 Januari 2026 08:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga di daerah terdampak bencana, di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (31/12/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Proses pemulihan lokasi bencana di Sumatera semakin menggembirakan. Sejumlah wilayah sudah bangkit. Akses darat yang sempat putus perlahan tersambung, layanan dasar beroperasi optimal, dan aktivitas warga mulai pulih.

Di Aceh, proses pemulihan infrastruktur berjalan cepat. Sebanyak 11 jembatan bailey telah rampung 100 persen sehingga bisa membuka kembali jalur vital yang sebelumnya lumpuh. Pembangunan berjalan cepat berkat dukungan personel Kodam Iskandar Muda (IM).

Lima jembatan berada di Kabupaten Bireuen. Di antaranya Jembatan Teupin Mane yang menghubungkan jalur Bireuen–Bener Meriah–Takengon; Jembatan Teupin Reudeup menuju Bireuen–Lhokseumawe; Jembatan Matang Bangka yang menjadi akses utama Gampong Matang Bangka–Matang Teungoh; dan Jembatan Kutablang yang menghubungkan Bireuen–Lhokseumawe.

Di Kabupaten Bener Meriah, ada tiga jembatan yang sudah rampung dan bisa dilalui kendaraan yakni Weh Pase, Timang Gajah, dan Jamur Ujung 1. Di Aceh Utara, akses kembali terbuka lewat Jembatan Panton Nisam, Bukit Dara Bhaktya, dan Beutong Ateuh yang menghubungkan Takengon–Nagan Raya. 

Di luar itu, pembangunan 15 jembatan tambahan terus dikebut. Antara lain Jamur Ujung 2 dengan progres 70 persen, Bener Kelipah dengan progres 89 persen, dan Wehni Rongka dengan progres 65 persen.

Untuk mempercepat pemulihan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggelar rapat dengan Wakil Gubernur Aceh dan seluruh kepala daerah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Kepada para kepala daerah, Mendagri meminta agar tidak takut melakukan inisiatif pemulihan. Pemerintah akan mendukung anggaran pemulihan secara optimal.

“Untuk yang ringan, daerah tangani sendiri. Jangan takut tidak ada anggaran. Khusus Aceh, TKD (Transfer Kas Daerah) yang sebelumnya dipangkas akan dikembalikan seperti semula,” ucap Mendagri, dalam rapat tersebut.

Baca juga : Hari Ini Kembali Luncurkan Sekolah Rakyat, Prabowo Fokus Benahi Sumber Daya Manusia

Mendagri menegaskan, kebijakan pengembalian TKD telah disetujui Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan di seluruh lini.

Dia menambahkan, rapat ini menjadi konsolidasi awal Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang dibentuk melalui Keputusan Presiden. Mendagri, yang ditunjuk sebagai Ketua Satgas, langsung membuat daftar periksa untuk mengukur tingkat kenormalan di setiap daerah.

“Saya membuat checklist tentang normalisasi. Karena kita ingin pemulihan. Pemulihan itu artinya menuju normal,” ujarnya.

Indikator normalisasi mencakup berfungsinya pemerintahan daerah, layanan kesehatan dan pendidikan, infrastruktur, aktivitas ekonomi, kondisi sosial, hingga ketersediaan listrik, air bersih, dan internet. 

Dari pemetaan awal, Aceh sebagai daerah terdampak paling berat membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, Aceh dijadikan pusat posko nasional untuk wilayah Sumatera bagian utara.

“Ini (Aceh) harus diseriusin betul, karena agak beda dengan daerah lain. Tanpa mengecilkan yang lain, karena kita prihatin juga,” ujar Tito.

Adsense

Mendagri menegaskan, masa krisis adalah ujian sejati bagi para kepala daerah. “Jadi pemimpin yang kuat itu lahir ketika di masa krisis,” tegasnya.

Baca juga : Permudah Rehabilitasi Pascabencana: Uangnya Cair Duluan, Administrasi Belakangan

Dia juga meminta seluruh kepala daerah menyerahkan data kerusakan secara rinci, mencakup fasilitas kesehatan, sekolah, pasar, rumah ibadah, hingga jalan dan jembatan. Data tersebut akan dibawa ke rapat lintas kementerian untuk menentukan kebutuhan anggaran dan langkah tindak lanjut. “Makin detail (datanya) makin bagus,” ujarnya.

Dia juga memberi kewenangan penuh kepada bupati dan wali kota untuk memanfaatkan sisa material kayu untuk pembangunan hunian sementara maupun perbaikan fasilitas umum.

Khusus Aceh Tamiang, Mendagri memberikan perhatian lebih. Minggu (11/1/2026), Mendagri menyerahkan 456 gerobak sorong dan 1.300 dus mi instan. Dia menegaskan, pembersihan lumpur pascabanjir di Aceh Tamiang tidak boleh berlarut.

“Bantuan ini untuk mempercepat pembersihan material lumpur sisa banjir kemarin,” ujarnya. Dia menargetkan kawasan permukiman harus bersih sebelum Ramadan 1447 H.

Dalam kunjungan itu, Mendagri melihat geliat ekonomi masyarakat mulai tampak. “Ekonomi sudah mulai kelihatan. Warung, restoran, kemudian pasar sudah mulai buka. SPBU sudah buka semua,” imbuhnya.

Di Sumut, akses untuk desa terisolir juga terus dibuka. Sebelumnya beberapa desa di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara terisolir karena jalan tertutup material longsor. Kini, jumlah desa terisolir terus berkurang.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mencontohkan, di Kecamatan Parmonangan. Tapanuli Utara, awalnya ada enam desa terisolir. Saat ini tersisa tiga. Bantuan logistik terus disalurkan menggunakan cara alternatif, mulai dari berjalan kaki, kendaraan roda dua jenis trail, hingga helikopter untuk menjangkau lokasi paling sulit.

Baca juga : Tak Lagi Perlihatkan Tersangka Ke Publik, KPK Jalankan KUHAP Baru

Di Sumbar, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade bertemu Kepala BP BUMN/COO Danantara Dony Oskaria untuk mempercepat pembangunan ratusan unit huntara.

"Ini adalah bentuk kepedulian nyata agar masyarakat terdampak bisa segera menempati hunian yang layak dan aman," ujar Andre, Minggu (11/1/2026).

Andre menyebut, huntara yang dibangun memiliki kualitas setara dengan yang telah berdiri di Aceh Tamiang. Politisi Partai Gerindra ini berharap dukungan Danantara dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi di Sumatera Barat. 

“Ini adalah komitmen dari pemerintahan Presiden Prabowo untuk segera menuntaskan semua masalah pascabencana,” katanya.

Dony menegaskan komitmen Danantara untuk mendukung pemulihan di Sumatera, termasuk Sumbar. "Kami ingin memastikan Huntara yang dibangun memiliki kualitas baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.

Untuk tahap awal, pembangunan huntara dilakukan di tiga kabupaten yakni Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman. Dony memastikan, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar proses pembangunan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense