Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Permudah Rehabilitasi Pascabencana: Uangnya Cair Duluan, Administrasi Belakangan
Senin, 12 Januari 2026 08:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah tak berbelit-belit dalam menyalurkan anggaran untuk pemulihan daerah terdampak bencana. Misalnya untuk Aceh Tamiang, Pemerintah sudah mengucurkan dukungan anggaran sejak awal ke Pemerintah Kabupaten, tanpa menunggu administrasi lengkap.
“Anggaran untuk Aceh Tamiang gelombang pertama itu tanpa melalui administrasi terlebih dahulu. Jadi, uangnya duluan dan administrasi menyusul,” terang Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, saat menyerahkan bantuan berupa 456 unit gerobak dorong dan 1.300 dus mi ke Pemkab Aceh Tamiang, Minggu (11/1/2026).
Dia meminta Pemerintah Daerah segera memanfaatkan anggaran secara optimal. Prioritas diarahkan pada pembayaran gaji pegawai agar daya beli masyarakat kembali meningkat dan roda ekonomi bergerak. Anggaran juga dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas pemerintahan yang rusak serta melengkapi sarana kerja, seperti peralatan kantor dan perangkat komputer.
Dari sisi bantuan sosial, penyaluran anggaran juga dipermudah. Saat Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR dengan Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, penyaluran uang saku harian Rp 15 ribu per hari bagi korban bencana Sumatera dipermudah.
Purbaya memahami, ketika bencana melanda, melengkapi administrasi sangat sulit. Karena itu, kekurangan administrasi tak boleh menghalangi penyaluran bantuan.
"Yang penting bisa terverifikasi dan ada yang bertanggung jawab,” ucap Purbaya.
Menurutnya, data penerima bantuan bisa berasal dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. "Nggak ada data yang sempurna," tegasnya.
Pada akhir Desember lalu, Purbaya mengungkapkan, masih ada dana Rp 1,51 triliun siap pakai yang belum disalurkan untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Sebagian dana telah masuk ke Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB), sementara sisanya dapat dimanfaatkan kementerian/lembaga terkait melalui mekanisme yang direkomendasikan BNPB.
Baca juga : Dasco Langsung Telepon Prabowo, Urusan Lancar
Selain uang saku, Pemerintah juga telah menyiapkan simulasi bantuan sosial (bansos) adaptif kebencanaan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana Sumatera.
"Dari simulasi ini sebenarnya kebutuhannya Rp 2 triliun, tetapi yang sudah siap sekarang untuk disalurkan lebih dari Rp 600 miliar,” terang Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini merinci, alokasi dana bansos ini mulai dari santunan ahli waris dan korban luka, jaminan hidup, isian hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), hingga pemberdayaan ekonomi.
Untuk kebutuhan ahli waris dan korban luka, lebih dari Rp 17 miliar. Untuk kebutuhan jaminan hidup, lebih dari Rp 326 miliar. Untuk isian huntara dan huntap sudah disiapkan siapkan Rp 169 miliar. Sedangkan untuk pemberdayaan ekonomi Rp 141 miliar.
Baca juga : Area Bencana Semoga Pulih Sebelum Lebaran
Untuk dukungan jaminan hidup, Kemensos akan menyalurkan uang makan bagi setiap keluarga korban bencana selama tiga bulan. "Dukungan jaminan hidup untuk pembelian lauk pauk sebesar Rp 450 ribu per bulan per orang selama tiga bulan," urai Gus Ipul.
BNPB kembali memperbarui data dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan data per Minggu (11/1) pagi, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.180 orang, korban hilang dan dalam proses pencarian 145 orang, dan mengungsi 238 ribu jiwa.
BNPB mencatat, bencana tersebut telah merusak 175.126 rumah warga yang tersebar di 53 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53.432 rumah rusak berat, 45.106 rumah rusak sedang, dan 76.588 rumah rusak ringan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya