BREAKING NEWS
 

Yohei Sasakawa Tegaskan Komitmen WHO Berantas Kusta Di Indonesia

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 15 Januari 2026 17:39 WIB
Duta Besar Kehormatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa Media Briefing di Wisma Habibie-Ainun, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Khoirul Umam/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Kehormatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Pemberantasan Kusta, Yohei Sasakawa menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pemberantasan penyakit kusta di Indonesia. Melalui Sasakawa Health Foundation (SHF), Sasakawa menekankan penanganan kusta tidak hanya soal pengobatan medis, tetapi juga penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap penderitanya.

“Yang terpenting adalah mengobati dan membebaskan orang-orang ini dari diskriminasi serta memberikan simpati. Saya berharap kita dapat bersama-sama melakukan pendekatan yang tepat untuk menghilangkan kusta secara menyeluruh,” kata Yohei Sasakawa dalam acara Media Briefing di Wisma Habibie-Ainun, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Sasakawa menyebut Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian serius karena masih termasuk tiga besar negara dengan jumlah penderita kusta terbanyak di dunia.

Baca juga : Siswi SMA Taruna Nusantara Kagumi Komitmen Prabowo Di Bidang Pendidikan

Menurutnya, penyebaran kusta diperparah oleh minimnya edukasi kepada masyarakat, khususnya pemahaman bahwa kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dan tidak mudah menular.

Adsense

“Sebagaimana kita ketahui, kusta memiliki tanda-tanda medis yang jelas, namun juga menghadapi masalah stigma akibat miskomunikasi yang harus segera diatasi,” ujarnya.

Di kesempatan sama, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyambut baik komitmen Sasakawa.

Baca juga : Rig EMR-01 Elnusa Catat Teknologi Casing While Drilling Terdalam di Indonesia

Menkes Budi berharap upaya pemberantasan kusta di Indonesia dapat dilakukan secara lebih komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor, terutama dalam hal edukasi publik.

“Kalau ada yang mengisolasi atau membuang saudaranya karena terkena lepra, itu disinformasi. Tidak ada scientific evidence-nya. Bukti ilmiahnya, begitu seseorang terkena bakteri lepra dan minum antibiotik, kurang dari seminggu sudah berhenti menular,” tegas Menkes Budi.

Sementara, Ketua Dewan Pembina Yayasan Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan Sasakawa Health Foundation dan Kementerian Kesehatan dalam memerangi kusta di Indonesia.

Baca juga : Prof. Sri Yunanto Tegaskan, Soft Power sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045

“Habibie Center bergerak dalam isu demokrasi, dan demokrasi tidak hanya soal sistem politik. Ada kualitas hidup, kesejahteraan, kesehatan, dan keadilan. Kesehatan merupakan salah satu aspek penting yang tidak terpisahkan dari demokrasi,” pungkas Ilham Habibie

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense