BREAKING NEWS
 

KAI Batalkan 82 Perjalanan Kereta Api, 8.615 Tiket Dikembalikan Akibat Banjir

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Minggu, 18 Januari 2026 19:03 WIB
Ilustrasi. Foto: KAI

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi membatalkan total 82 perjalanan kereta api penumpang antarkota dan 16 perjalanan kereta api barang menyusul cuaca ekstrem dan banjir yang melumpuhkan sejumlah jalur utama di Pulau Jawa hingga Minggu (18/1). 

Langkah darurat ini terpaksa diambil setelah titik banjir di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta semakin meluas akibat curah hujan tinggi yang disertai jebolnya tanggul sungai serta fenomena pasang laut. 

Hingga Minggu pagi, gelombang pembatalan perjalanan ini telah menyebabkan 8.615 tiket kereta api jarak jauh dikembalikan oleh para pelanggan.

Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi pada petak jalan antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Jawa Tengah, di mana luapan Sungai Bermi dan Sungai Meduri merendam jalur rel hingga ketinggian 23 sentimeter di atas kepala rel. 

Baca juga : Sambil Rayakan HUT Sederhana Ke-19, Hanura Resmikan Kantor DPP Baru

Situasi diperparah dengan jebolnya tanggul sungai di Km 89+100 yang memicu rintang jalan baru, sehingga KAI harus menerapkan pola operasi satu jalur secara bergantian dengan pengawalan ketat lokomotif khusus. 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa situasi ini merupakan kondisi force majeure yang membuat aspek keamanan tidak bisa ditawar. "Seluruh keputusan ini diambil semata-mata untuk menjaga keselamatan pelanggan dan mencegah risiko yang lebih besar," ujar Bobby dalam keterangannya.

Dampak dari rintang jalan ini tidak hanya berupa pembatalan, tetapi juga keterlambatan masif yang menimpa 76 perjalanan kereta api dengan rata-rata keterlambatan mencapai empat jam atau 240 menit. 

Adsense

Kelambatan paling parah dialami oleh KA Argo Muria relasi Semarang Tawang–Gambir yang mencapai 484 menit serta KA Tawang Jaya relasi Pasar Senen–Semarang Poncol yang tertahan hingga 445 menit. 

Baca juga : Kemenkop Optimalkan Pemberdayaan Masyarakat, Pulihkan Ekonomi Di Sumatera

Untuk meminimalisir dampak banjir di lintas utara, KAI melakukan rekayasa pola operasi dengan mengalihkan 17 perjalanan kereta api untuk memutar melalui jalur selatan melewati Cirebon, Kroya, Yogyakarta, hingga Solo.

Di wilayah Jakarta, gangguan operasional terpantau di emplasemen Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Jakarta Kota, hingga kawasan Jakarta Gudang dengan ketinggian air mencapai 10 sentimeter. 

m

Kondisi ini memaksa operator untuk memberlakukan pembatasan kecepatan serta rekayasa perjalanan pada layanan Commuter Line Jabodetabek guna menghindari kerusakan pada rangkaian sarana. 

Baca juga : Wapres AS: Perdagangan Narkoba Harus Distop, Minyak Curian Mesti Dikembalikan

Manajemen KAI mengakui bahwa gangguan alam ini sangat memengaruhi ketepatan waktu perjalanan, namun upaya pemulihan terus dilakukan secara bertahap melalui perbaikan prasarana dan pengerahan sarana cadangan di lokasi-lokasi terdampak.

Sebagai bentuk kompensasi atas gangguan ini, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa perusahaan memberikan kebijakan pengembalian dana secara penuh bagi penumpang yang terdampak. 

"KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Anne. 

Selain menangani dampak jangka pendek, KAI kini tengah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk mempercepat normalisasi saluran air di sekitar lintasan agar prasarana perkeretaapian lebih tangguh dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense