BREAKING NEWS
 

Pastikan Percepatan Rehabilitasi, Safrizal dan Kepala BNPB Cek Lokasi Aceh

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 30 Januari 2026 06:36 WIB
Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh Safrizal (tengah) dan Kepala BNPB Letjen Suharyanto (kiri) saat meninjau penanganan pascabencana di Aceh Timur dan Aceh Utara, Kamis (29/1/2026). (Foto: Dok. Posko Wilayah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai salah satu kabupaten yang mengalami dampak yang luas dan parah, penanganan di Aceh Timur dan Aceh Utara mendapat perhatian yang serius dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).

Hal ini sangat wajar mengingat cakupan luasan terdampak dan juga rusaknya berbagai infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, hunian, sekolah sampai sawah dan ladang milik penduduk.

Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh, Safrizal ZA menyampaikan bahwa rapat-rapat yang sifatnya koordinasi dan konsolidasi, harus selalu diimbangi dengan kerja-kerja dan inspeksi lapangan.

Baca juga : Rehabilitasi Dikebut, Anak-anak di Sumut Kembali Bersekolah

"Tugas utama Satgas PRR adalah memastikan berbagai rencana aksi benar benar dijalankan di lapangan sehingga manfaatnya langsung bisa dirasakan masyarakat. Hari ini kami mendampingi Kepala BNPB Letjen Suharyanto selaku Wakasatgasnas" ujar Safrizal, Kamis (29/1/2026).

Adapun inspeksi dan peninjauan ke Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara sendiri menyasar kebeberapa titik, yakni. Pertama Inspeksi Pembangunan Huntara di Desa Pante Rambong, Kabupaten Aceh Timur. Kedua Inspeksi Rekonstruksi dan pemberian bantuan SDN Blang Senong, Kabupaten Aceh Timur.

Adsense

Ketiga Inspeksi Jembatan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Keempat ⁠Pemberian Bantuan kepada masyarakat Desa Tupok Blang, Kabupaten Aceh Utara. Dan kelima ⁠Inspeksi Pembangunan Huntara di Desa Baba Krueng, Kabupaten Aceh Utara.

Baca juga : Jembatan Gantung Segera Sambungkan Kembali Desa Terisolasi di Aceh

"Alhamdulillah huntara di Desa Pante Rambong Aceh Timur sudah rampung, secara simbolis Wakasatgasnas sudah menyerahkan kunci kepada masyarakat," ujar Safrizal.

Menurutnya, bagi yang tidak memilih opsi huntara juga sudah diserahkan dana tunggu hunian (DTH) sementara di Desa Baba Krueng Aceh Utara progresnya sudah mencapai 60-70 persen.

Sementara itu dalam inspeksi jembatan di Desa Sawang yang hancur tersapu banjir bandang, konstruksi pembangunan Bailey sudah dimulai dengan menurunkan alat-alat berat dan bantuan personel dari Brimob Polri.

Baca juga : PDC Buka Bulan K3 2026, Tekankan Akuntabilitas dan Kepatuhan Pekerja

Safrizal mengatakan, jembatan ini sendiri menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, sekaligus menembus desa seberang yang sempat terisolir.

"Percepatan pembangunan jembatan Bailey menjadi kebutuhan mutlak di Desa Sawang agar segera tersambung, supaya akses terbuka termasuk mengatasi kesulitan anak-anak berangkat ke sekolah," ujar Safrizal yang juga menjabat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense