RM.id Rakyat Merdeka - Teroris Papua kembali berulah. Mereka nekat menembak Pesawat Smart Aviation yang baru mendarat di Bandar Udara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Pilot & Copilot tewas dalam insiden tersebut, sementara 13 penumpang selamat.
Tragedi berdarah itu terjadi pada Rabu (12/2/2026), sekitar pukul 11.00 WIT. Pesawat dengan rute penerbangan Tanah Merah (TMH)-Danawage/Koroway Batu (DNW), Boven Digoel, Papua Selatan itu mengangkut 15 orang. Terdiri dari dua awak dan 13 penumpang.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito menjelaskan, peristiwa bermula saat pesawat jenis Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation itu terbang dari Bandara Tanah Merah dengan tujuan Koroway Batu pada 10.35 WIT. Setibanya di lokasi, pesawat tiba-tiba ditembaki orang tak dikenal (OTK) dari arah hutan.
Serangan yang tiba-tiba itu membuat suasana jadi mencekam. Para penumpang berlarian menuju area hutan di sekitar bandara untuk menghindari tembakan.
Baca juga : Justin Adrian Untayana: Ketidaktegasan Gubernur Sangat Disayangkan
“Penyerangan itu membuat pilot Kapten Egon Erawan dan Co-pilot Kapten Baskoro meninggal dunia,” kata Cahyo dalam keterangan persnya.
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra menuturkan, saat penyerangan terjadi, pilot dan co-pilot sebenarnya sempat menyelematkan diri. Keduanya bersama seluruh penumpang lari ke dalam hutan serta melaporkan kejadian tersebut melalui GPS Garmin.
“Pilot dan co-pilot dikejar oleh para pelaku kemudian dibawa dari dalam hutan ke lapangan terbang dan dibantai di situ,” kata Wisnu.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa membenarkan tragedi tersebut. Kata dia, ada 15 orang yang berada dalam pesawat, satu di antaranya infant (balita).
Baca juga : Rani Mauliani: Pendekatan Humanis Diimbangi Ketegasan
“Pada pukul 13.26 WIT, kami mendapat informasi bahwa kedua pilot menjadi korban penembakan dan telah meninggal dunia. Sedangkan, 12 penumpang dan 1 bayi selamat,” kata Lukman.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan aparat gabungan langsung diterjunkan untuk merespons peristiwa ini. Ia bilang, lokasi kejadian tergolong terpencil. Namun, Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 terus bergerak menuju lokasi.
“Diharapkan bisa segera tiba di lokasi secepatnya menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya,” ungkap Johnny.
Senada, Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon mengatakan, pihaknya akan mengecek soal insiden ini. “Kita sudah dapat informasi awal itu. Nanti kita cek di lapangan,” ucap Richard.
Baca juga : Senayan Usul ASN Layanan Publik Dapat Kompensasi
Menurut Richard, pihak TNI yang ada di daerah setempat juga sudah menindaklanjutinya.
“Pastinya sudah ditindaklanjuti oleh lapangan,” tegasnya. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.