Dark/Light Mode

Muzani Cs Hadiri Silaturahmi Dengan Para Ulama

Sakitnya Warga Aceh, Sakit Kami Di Jakarta

Kamis, 12 Februari 2026 06:40 WIB
Ketua MPR Ahmad Muzani. (Foto: Instagram/ahmadmuzani2)
Ketua MPR Ahmad Muzani. (Foto: Instagram/ahmadmuzani2)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ulama memegang peran strategis sebagai penjaga optimisme, ketenangan batin, dan keteguhan masyarakat Aceh pascabencana banjir bandang pada akhir November 2025. Sakit Aceh dirasakan pula oleh seluruh daerah di Indonesia, termasuk Jakarta.

Setelah kunjungan pertama pada 13 Desember 2025, pasca Aceh digerus bencana, untuk kedua kalinya para pimpinan MPR kembali ke Serambi Makkah. Kunjungan ke Aceh ini dalam kegiatan Silaturahmi Pimpinan MPR dengan Ulama Aceh di Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar, Selasa (10/2/2026). 

Para pimpinan MPR yang hadir antara lain Ahmad Muzani (Ketua MPR) dan para Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Abcandra Muhammad Akbar Supratman. 

Baca juga : Tumbuh Double Digit, BTN Raup Laba Bersih Rp 3,5 T

Selain pimpinan MPR hadir pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Kepala Satgas Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Pascabencana Wilayah Sumatera. 

Dari unsur MPU Aceh, hadir Waled Nuruzzahri dan Syekh Hasanol Basry (Abu Mudi), serta para pimpinan dayah dari Aceh Besar dan Banda Aceh. 

Ahmad Muzani mengatakan, ulama Aceh menjadi pilar ketenangan dan optimisme umat. Para ulama, kata dia, berperan besar menjaga agar masyarakat tidak terjebak dalam keputusasaan, kemarahan, atau saling menyalahkan. 

Baca juga : Satgas Saber Awasi Harga Pangan Di Seluruh Daerah

“Di sinilah peran para ulama, abu, masyayikh, dan pimpinan dayah menjadi sangat menentukan dalam menenangkan umat dan menjaga optimisme rakyat Aceh,” ujar Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra, Ahmad Muzani melalui keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka, Rabu (11/2/2026). 

Kunjungan ke Aceh ini merupakan kedua kalinya. Pada kunjungan pertama, MPR telah menyerap aspirasi kepala daerah terkait percepatan pembangunan hunian sementara (huntara), pemulihan jalan nasional dan provinsi, pemulihan listrik, serta kelancaran distribusi BBM dan elpiji 3 kilogram. 

"Kali ini kami serap aspirasi tentang permohonan pembiayaan BPJS Kesehatan bagi 500 ribu penerima manfaat dapat ditanggung APBN," ungkapnya. 

Baca juga : Stok Dan Harga Pangan Di DKI Aman Terkendali

"Kuota BBM bersubsidi di Aceh juga diharapkan sementara tidak dibatasi guna mendukung operasional alat berat dalam percepatan pemulihan infrastruktur," lanjut Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.