Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jaga Kualitas Dan Kredibilitas SNPMB 2026
Seleksi Adil Jadi Indikator Utama Kepercayaan Publik
Kamis, 12 Februari 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengingatkan seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026. Integritas proses seleksi sangat penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan tinggi nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan, proses seleksi yang adil, transparan dan bebas dari praktik kecurangan, menjadi indikator utama dalam pelaksanaan SNPMB 2026. Terpenuhinya indikator tersebut, akan menentukan kualitas seleksi sekaligus tingkat kepercayaan publik terhadap pendidikan tinggi.
Baca juga : Rekayasa CPO Jadi Limbah, Negara Dirugikan 14 Triliun
“SNPMB ini kami harapkan menjadi proses yang senantiasa dijaga dan ditingkatkan kualitasnya. Segala bentuk kecurangan harus dicegah bersama agar tidak merugikan calon mahasiswa lain dan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan mahasiswa baru tetap terjaga,” ujar Brian dalam keterangan resminya, Rabu (11/2/2026).
Selain menekankan integritas, Brian menyampaikan, skema SNPMB 2026 tidak mengalami perubahan. Tiga jalur penerimaan tetap diberlakukan, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta seleksi mandiri oleh PTN dengan kuota yang sama seperti tahun sebelumnya.
Baca juga : Siapkan Calon-calon Pimpinan DPC, Gerindra Sumsel Rekrut Wali Kota Palembang
Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu meminta agar ketiga jalur tersebut terus mengedepankan prinsip penerimaan mahasiswa yang fleksibel, efisien, transparan, adil, bebas konflik kepentingan dan akuntabel.
Kemendiktisaintek juga mendorong perguruan tinggi memperkuat keberpihakan kepada calon mahasiswa dari beragam latar belakang sosial dan ekonomi. Kampus diminta aktif menyosialisasikan pendidikan tinggi terbuka bagi semua kalangan.
Baca juga : Sakitnya Warga Aceh, Sakit Kami Di Jakarta
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui skema afirmasi, penyediaan beasiswa, serta dukungan khusus bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu, daerah tertinggal, dan wilayah terdampak bencana.
“Jangan sampai pendidikan tinggi hanya dipersepsikan sebagai jalur bagi mereka yang mampu secara ekonomi. Kampus harus menjadi ruang yang benar-benar memfasilitasi semua kalangan,” tegas Brian.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya