RM.id Rakyat Merdeka - Tiga konfederasi buruh terbesar di Indonesia menggelar deklarasi akbar di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).
Sekitar 2.500 buruh dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan tersebut untuk menyatakan sikap bersama gerakan buruh nasional.
Deklarasi dihadiri pimpinan konfederasi buruh, yakni Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPI Said Iqbal, dan Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban.
Dalam kesempatan itu, Andi Gani Nena Wea membacakan lima ikrar yang menjadi sikap resmi konfederasi buruh.
Baca juga : PW GPA Jakarta Dukung Polri Tetap Di Bawah Presiden
Ikrar pertama, konfederasi buruh menyatakan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang adil, berdaulat, dan sejahtera bagi seluruh rakyat, termasuk kaum buruh.
Ikrar kedua, buruh menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Menurut Andi Gani, langkah tersebut dinilai inkonstitusional, bertentangan dengan semangat reformasi, serta berpotensi melemahkan institusi Polri dan posisi Presiden.
“Kami menolak dengan tegas penempatan Polri di kementerian mana pun dan menegaskan Polri berada langsung di bawah Presiden Indonesia sesuai amanat reformasi. Hal itu juga akan menyulitkan buruh dalam menyelesaikan masalah-masalah ketenagakerjaan,” tegas Andi Gani.
Ia menambahkan, gerakan buruh siap menghadapi pihak-pihak yang mendorong wacana tersebut.
Baca juga : Barcelona Pertegas Dominasi, Real Sociedad Jaga Posisi di Klasemen La Liga
Ikrar ketiga, buruh mendesak DPR segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru untuk memberikan kepastian hukum, perlindungan berkeadilan, serta menjamin peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Untuk mendorong hal itu, buruh menyiapkan aksi massa besar pada 16–17 Februari.
“Kami mempersiapkan aksi massa besar-besaran pada 16–17 Februari ini untuk mendorong DPR segera mengesahkan UU Ketenagakerjaan yang baru,” ujarnya.
Ikrar keempat, gerakan buruh Indonesia menegaskan tetap berada pada satu garis perjuangan dalam memperjuangkan kepentingan pekerja.
Baca juga : WarnaGo Buka Toko Cat Premium Di Tangerang
Ikrar kelima, KSPSI, KSPI, dan KSBSI bersama 36 federasi serikat pekerja tingkat nasional serta jutaan anggotanya menyatakan komitmen berada di garis terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menegaskan komitmen bersama tersebut, khususnya terkait posisi Polri dan pembahasan regulasi ketenagakerjaan.
“Ikrar kita bertiga di sini, kami akan tetap menjaga dan berupaya keras supaya Polri tetap di bawah Presiden. Undang-Undang juga harus segera disahkan dan harus berpihak kepada buruh,” kata Elly.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.