BREAKING NEWS
 

Sembako Di Awal Ramadan, Harga Naik, Tapi Relatif Stabil

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 19 Februari 2026 07:50 WIB
Harga sejumlah bahan pangan pokok naik di awal Ramadan. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

 Sebelumnya 
Selain itu, pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi pangan dan komoditas strategis hingga ke pasar-pasar, dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah. “Kami terus memantau agar tidak ada lonjakan harga. Jika terjadi kenaikan, akan dicari penyebabnya,” tambahnya. 

Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menyebut, kenaikan harga sejumlah komoditas dipicu kendala teknis distribusi. 

Ia mencontohkan, produksi cabe rawit sebenarnya dalam kondisi aman. Namun, curah hujan tinggi menyebabkan tenaga kerja kesulitan memanen karena risiko cabe cepat busuk. Selain itu, periode libur juga turut memengaruhi distribusi dan harga. 

Baca juga : Digertak Trump, Iran-Rusia-China Latihan Perang Di Selat Hormuz

Untuk mempercepat stabilisasi, Bapanas mengoptimalkan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), termasuk membantu menekan ongkos angkut dari sentra produksi ke Jakarta yang saat ini berkisar Rp 9.000–Rp 10.000 per kg. 

Dengan peningkatan pasokan dan intervensi biaya distribusi, harga di tingkat pasar induk mulai terkoreksi dan diharapkan segera diikuti stabilisasi di pasar eceran. 

Di sisi pengawasan, Satgas Pangan Polri telah melaksanakan 15.923 kegiatan pemantauan harga dan distribusi pangan selama periode 5–16 Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, ketersediaan, dan mutu pangan selama Ramadan. 

Baca juga : Salah Jalan, Kurir Terjebak Di Lapangan Tembak Militer

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan pemantauan dilakukan bersama kementerian/lembaga dalam Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, baik di tingkat pusat maupun daerah. 

“Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produsen, distributor, ritel modern, pasar rakyat, hingga pengecer,” ujarnya. 

Dari hasil pengawasan tersebut, petugas menerbitkan 207 surat teguran kepada pelaku usaha yang terbukti melanggar. Selain itu, dilakukan 32 uji sampel produk pangan untuk memastikan keamanan dan mutu barang yang beredar. Satgas juga merekomendasikan pencabutan satu izin usaha serta dua izin edar produk yang tidak memenuhi ketentuan. 

Baca juga : Wujudkan Asta Cita untuk Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga 5%

Ade Safri menegaskan, pengawasan akan terus diperketat selama Ramadan guna mencegah praktik penimbunan dan permainan harga yang merugikan masyarakat. 

“Ini untuk memastikan harga tetap stabil dan pasokan pangan aman selama meningkatnya permintaan kebutuhan pokok,” katanya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense