Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
DPR Dukung Tak Ada Sweeping Rumah Makan
Ramadan Momentum Perkuat Toleransi Dan Pengendalian Diri
Kamis, 19 Februari 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan mendukung imbauan Kementerian Agama (Kemenag) melarang praktik sweeping atau operasi penertiban rumah makan selama bulan suci Ramadan. Karena selama bulan puasa seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan pengendalian diri.
Anggota Komisi VIII DPR An’im Falachuddin mengatakan, Ramadan adalah bulan untuk menata diri dan menjaga harmoni sosial. "Jangan sampai semangat ibadah justru berubah menjadi tindakan yang membuat orang lain tertekan," ujar An’im dalam keterangannya, kemarin.
An’im menjelaskan, esensi utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan menahan diri dari sikap yang memicu konflik atau tekanan sosial. Sehingga aksi sweeping oleh kelompok tertentu tidak mencerminkan nilai kedamaian Ramadan.
Baca juga : Aspirasi APKINDO Bakal Diteruskan Ke Kemenkeu
Ia mengingatkan, Indonesia merupakan negara majemuk dan perlunya menghormati hak warga negara yang tidak berpuasa, baik karena perbedaan keyakinan maupun kondisi kesehatan. "Kita harus saling menghargai," imbau politikus PKB ini.
Dia bilang, saudara yang nonmuslim atau yang berhalangan puasa memiliki hak dan kebutuhan untuk beraktivitas secara wajar, termasuk makan di siang hari. "Mereka adalah bagian masyarakat yang harus dilindungi," tegasnya.
Selain itu, An’im menilai menjaga ketertiban selama bulan suci merupakan tanggung jawab bersama. Namun, upaya tersebut harus dilakukan melalui pendekatan edukatif dan dialog, bukan pemaksaan.
Baca juga : Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sita 5 M Dalam Koper Dari Safe House Di Ciputat
Ia berharap, Ramadan tahun ini menjadi ruang pembelajaran moral untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman, bukan justru memicu ketegangan antarwarga. "Mari jaga bulan suci ini dengan kedewasaan dan ketenangan. Ramadan harus memperkuat persatuan," tegasnya.
Senada, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Cholil Nafis mendukung larangan aksi sweeping selama bulan Ramadan. Sebab aksi kelompok masyarakat terhadap warung makan yang buka di siang hari selama bulan puasa itu ilegal.
"Saya tidak setuju adanya sweeping di bulan Ramadan. Karena dia bukan penegak hukum," kata Cholil dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Baca juga : Menekraf Permudah Akses Pembiayaan Industri Ekraf
Cholil mengingatkan, menjaga ketertiban adalah wewenang aparat dan bukan aksi sepihak. Sehingga dirinya mengajak semua pihak saling menghormati yang berpuasa maupun tidak harus fokus memperbaiki diri, bukan mencari kesalahan orang lain. Pemerintah Daerah (Pemda) perlu mengatur warung makan agar tetap menjaga kondusivitas dan kekhusyukan selama bulan Ramadan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya