BREAKING NEWS
 

Beli Mobil Dinas 8,5 M, Gubernur Kaltim Dijewer Rame-rame

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 28 Februari 2026 08:44 WIB
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud (Foto: Instagram Rudy)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud bikin heboh lantaran membeli mobil mewah seharga Rp 8,5 miliar untuk kendaraan dinasnya. Gara-gara hal ini, Rudy pun dijewer oleh kawan dan lawan.

Mobil mewah yang dibeli itu berjenis Sport Utility Vehicle (SUV), dengan spesifikasi mesin 3.000 cc hybrid. Kemampuannya juga mumpuni untuk offroad. Tak disebutkan mobil offroad apa yang dibeli, namun mirip dengan Range Rover 3.0 Autobiography LWB. 

Selama ini, Rudy juga kerap menggunakan mobil mewah ketika blusukan. Seperti yang diunggah di akun @h.rudymasud, Rudy menumpangi mobil mewah jenis Lexus saat melintasi jalan di tengah hutan Kaltim. Peristiwa itu terjadi H-1 sebelum Hari Ulang Tahun Kaltim ke-69 yang jatuh pada 9 Januari 2026. 

Saat itu, politisi Partai Golkar ini mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui akses jalan Sotek-Bongan. Mobilnya sempat terjebak di jalanan berlumpur. Namun, mobil yang ditumpangi pria yang akrab disapa Haru itu tetap bisa melewatinya, sekalipun bemper depan hancur. 

Pembelian mobil mewah tersebut pun mematik kritik dari banyak pihak. Dari kawan, Rudy dikritik Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji. Dia langsung meminta penjelasan ke Rudy dan meminta mendengarkan suara publik.

"Kami meminta lebih mendengarkan suara publik di tengah kebijakan efisiensi," kata Sarmuji, kepada wartawan, Jumat (27/2/2026). 

Baca juga : Anak MRC Divonis 15 Tahun, Bayar Uang Pengganti 2,9 T

Sarmuji paham, pengadaan mobil berjenis SUV itu karena medan jalan di Kaltim yang sulit. Namun, anggaran yang diajukan juga harus bijak dan diukur dengan kondisi rakyat.

"Kalimantan Timur medannya berat dengan luas wilayah seperti luasan Pulau Jawa. Tapi, apa pun kita harus mengukur dengan kondisi rakyat, bukan dengan ukuran pribadi," ingatnya. 

Dari komunikasi itu, kata Sarmuji, diketahui Rudy masih memakai mobil pribadi sebagai mobil dinas. "Saya menyampaikan, itu lebih baik meskipun pada dasarnya Gubernur berhak mendapatkan mobil dinas," ujarnya.

Dari lawan, kritik disampaikan politisi PDIP Deddy Yevri Sitorus. "Tidak peka dan berlebihan," kata anggota Komisi II DPR ini.

Adsense

Kata Deddy, pembelian mobil mewah melawan semangat efisiensi yang sering disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Apalagi, pengadaan kendaraan dinas mewah dilakukan saat daerah mengalami pemangkasan anggaran yang drastis. Transfer daerah untuk Kaltim, sebutnya, mengalami pemangkasan hampir mencapai 75 persen, dari Rp 9,3 triliun menjadi hanya Rp 2,3 triliun.

Dia menambahkan, infrastruktur buruk di Kaltim tak bisa jadi alasan membeli mobil mewah. Sebab, masih banyak kendaraan yang lebih ekonomis dan tahan banting. Dia berharap, pembelian mobil dinas mewah saat anggaran seret dibatalkan. 

Baca juga : Prediksi Ada Revolusi Besar AI, Jokowi: Kita Harus Siap

"Banyak jenis mobil yang setara dengan harga lebih murah. Apalagi tak seriap hari berkunjung ke daerah dan bisa penghematan dengan menyewa saat diperlukan," ujarnya.

Dari sisi Pemerintah, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta Rudy mengkaji ulang belanja kendaraan operasional. Ia bilang, gunakan kendaraan dinas sewajarnya dan sesuai kebutuhan. "Sebaiknya tidak berlebihan, sesuai saja dengan kebutuhan yang ada,” pinta Bima Arya 

Ia menjelaskan, setiap belanja barang dan jasa oleh kepala daerah telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Namun, selain aspek regulasi, terdapat pula asas kelayakan yang harus menjadi pertimbangan.

“Apakah pembelanjaan mobil dinas sudah sesuai dengan kebutuhan, apakah sudah layak dalam masa efisiensi seperti ini,” tuturnya.

Mendapat kritik dari banyak pihak, Rudy menyampaikan klarifikasi. Ia menegaskan, hingga kini belum menggunakan fasilitas mobil dinas milik Pemprov Kaltim untuk operasional di wilayah kekuasaannya. 

Menurut Rudy, kendaraan yang menjadi sorotan publik tersebut diposisikan di Jakarta untuk menunjang mobilitas dalam agenda-agenda nasional dan internasional. Ia menyebut, status Kaltim sebagai tuan rumah IKN membuat intensitas pertemuan dengan pejabat pusat, investor, dan delegasi mancanegara meningkat signifikan.

Baca juga : Kementan Pastikan Dampaknya Ke Industri Unggas Relatif Kecil

“Kaltim sekarang menjadi wajah Indonesia. Tamu yang datang bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga dari luar negeri,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai representasi daerah di level nasional, kepala daerah membutuhkan sarana pendukung yang memadai. Meski demikian, untuk aktivitas sehari-hari di Kaltim, ia tetap menggunakan kendaraan pribadi.

“Sampai sekarang belum ada mobil dinas yang kami gunakan di Kaltim. Yang ada dan dipakai itu kendaraan pribadi. Di sini saya tetap menggunakan mobil pribadi, bulan puasa kita jangan menggibah,” pungkasnya. FAQ/UMM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense