BREAKING NEWS
 

Bupati Pekalongan Angkat ART Jadi Direktur Perusahaan

Reporter : MOEHAMMAD WAHYUDIN
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 9 Maret 2026 06:55 WIB
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menunjuk Asisten Rumah Tangga atau ART-nya, RUL, sebagai Direktur PT RNB.

“Info terakhir yang kita dapat itu dia nyebutnya ART, ART-nya FAR gitu. Itu informasi yang kita dapat,” ungkap Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu kepada wartawan, dikutip Minggu (8/3/2026). 

Asep menyebut, PT RNB merupakan perusahaan yang didirikan suami dan anak Fadia, ASH dan MSA, setahun setelah menjabat Bupati Pekalongan periode pertama, yakni pada 2022. 

Perusahaan itu diduga sengaja didirikan untuk melaksanakan pengadaan-pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan. 

Baca juga : Kapolri: Swasembada Jagung Turut Dukung Program MBG

Awalnya, dituturkan Asep, Direktur PT RNB dijabat MSA, yang juga menjabat Anggota DPRD Pekalongan. Sementara Komisarisnya, dijabat ASH, yang juga menjabat Anggota DPR. 

Kemudian, pada 2024, Fadia mengganti MSA dengan RUL, ART yang merupakan orang kepercayaannya. 

RUL sendiri hanya Menjadi “boneka” di perusahaan tersebut. Fadia-lah yang memiliki kendali penuh untuk mengatur uang masuk dan uang keluar. Juga, pembagian uang kepada para keluarga maupun orang-orang kepercayaannya. 

“FAR yang menjabat sebagai Bupati Pekalongan merupakan penerima manfaat atau beneficial ownership BO dari PT RNB tersebut,” ungkap Asep. 

Baca juga : Gelar Safari Ramadan, Golkar Kalsel Minta Kader Dukung Pembangunan Daerah

Tugas RUL, hanya menarik uang dari rekening perusahaan untuk diserahkan kepada Fadia, ketika diminta. “Jadi RUL cuma diminta, diperintah FAR, misalnya butuh uang sekian tarik tunai, ya tarik dia dan uangnya diserahkan,” bebernya. 

Pengaturan tersebut dilakukan melalui komunikasi WA Grup bernama “Belanja RSUD”. Setiap pengambilan uang untuk Bupati, RUL selalu melaporkan, mendokumentasikan, dan mengirimkannya melalui WA Grup tersebut. 

Terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan, PT RBN diduga digunakan Fadia untuk menampung uang dari praktik rasuah. 

Penyidik masih akan terus menelusuri, apakah perusahaan ini juga digunakan untuk melakukan modus dalam penerimaan lainnya. 

Adsense

Baca juga : Parpol Senayan Harus Mematuhi Putusan MK

“Apakah kemudian PT RNB ini juga digunakan sebagai layering untuk penerimaan-penerimaan lainnya, atau pengadaan pengadaan barang dan jasa lainnya, ini masih akan terus kita bedah,” ujar Budi, dikutip Minggu (8/3). 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense