Sebelumnya
Ia juga memastikan pemerintah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri. “Pesan Presiden, harga kebutuhan pokok tidak boleh naik,” kata Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, produksi beras nasional pada periode Januari–Mei 2026 diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton. “Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton sehingga pasokan domestik sangat kuat,” kata Amran.
Cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog juga terus meningkat dan saat ini telah mencapai sekitar 3,7 juta ton. Dalam dua bulan ke depan, cadangan tersebut diperkirakan dapat menembus 5 juta ton seiring masuknya hasil panen raya dari berbagai daerah.
Untuk menjaga produksi di tengah potensi kekeringan akibat fenomena iklim, pemerintah menjalankan berbagai langkah antisipasi, salah satunya melalui program pompanisasi lahan pertanian. Pada tahun sebelumnya, program tersebut telah diterapkan pada lahan seluas 1,2 juta hektare.
Baca juga : Abdullah Puteh: Segera Perkuat Diplomasi Untuk Lindungi WNI
Pada 2026, program itu kembali diperluas sekitar 1 juta hektare.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan untuk sekitar 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi.
“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ujar Amran.
Di luar beras, kondisi komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus sehingga semakin memperkuat stabilitas pasokan pangan nasional. Amran juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam kondisi aman.
Baca juga : Mukhtarudin: Kami Terus Tingkatkan Kewaspadaan Dan Pendataan
Bahkan, kata dia, harga pupuk saat ini tercatat turun sekitar 20 persen dibandingkan sebelumnya. Penurunan harga tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat petani untuk terus menanam sehingga produksi pangan tetap terjaga.
“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” kata Amran.
Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog saat ini mencapai sekitar 3,74 juta ton.
“Dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan yang terus kami lakukan, kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton,” jelas Rizal.
Baca juga : Komisi X Desak Dikdasmen Berantas Pungli Beasiswa PIP
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga. Hal ini didukung oleh kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan yang menetapkan alokasi bagi Bulog sekitar 46 juta liter Minyakita setiap bulan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkas Rizal. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.