RM.id Rakyat Merdeka - Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada perekonomian global. Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan menjaga APBN tetap terkendali.
Hal itu dibahas Prabowo dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri dan kepala badan di sela acara tasyakuran HUT ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Suasana rapat tergambar melalui unggahan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Kamis (12/3/2026).
Dalam foto yang dibagikan, Prabowo terlihat mengenakan kemeja safari berwarna khaki yang di padukan dengan jaket krem. Sementara para pejabat yang hadir mengenakan batik dengan beragam motif.
Baca juga : Imbas Perang, Pupuk Kita Diincar Banyak Negara
Rapat berlangsung di sebuah ruangan dengan meja persegi panjang yang mempertemukan para peserta secara berhadapan. Latar belakangnya bendera Merah Putih dan bendera Danantara.
Prabowo duduk di tengah diapit Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan. Para anggota kabinet tampak membawa alat tulis untuk mencatat arahan Presiden.
Menurut Teddy, selain Luhut, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu dan anggota DEN M. Chatib Basri juga ikut rapat yang dipimpin Prabowo. Dari jajaran kabinet hadir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Teddy menjelaskan, Prabowo mengumpulkan para pembantunya untuk membahas potensi dampak konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia, terutama terkait kondisi pasokan energi nasional. “Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,” kata Teddy.
Baca juga : Feriansyah: Kampus Harus Aktif, Tidak Tutupi Kasus
Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan swasembada energi dan penguatan digitalisasi pemerintahan. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah penerapan pilot project digitalisasi penyaluran bantuan sosial guna meningkatkan efisiensi belanja negara.
“Termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial untuk meningkatkan efisiensi belanja negara,” ujar Teddy.
Terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan konflik antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia. Purbaya mencontohkan batu bara, minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), hingga nikel yang berpotensi mengalami kenaikan harga.
Menurutnya, kenaikan harga komoditas tersebut dapat mengimbangi risiko lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dalam APBN 2026. Pasalnya, agresi Amerika dan Israel terhadap Iran turut mengganggu jalur utama perdagangan minyak dan gas dunia di Selat Hormuz sehingga memicu ketidakpastian pasokan energi global.
Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Satgas PPKS Kampus Harusnya Diperkuat
“Instrumen APBN harus bekerja responsif dengan tetap menjaga fiskal yang prudent agar kebijakan tetap terukur untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” ungkap Purbaya.
Ia memaparkan, harga batu bara sepanjang tahun berjalan hingga 10 Maret 2026 telah meningkat 28 persen menjadi 107,5 dolar AS per ton. Angka tersebut juga lebih tinggi 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.