Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Waspadai Konflik Timteng & Mudik Lebaran
InJourney Siagakan 16 Ribu Petugas & Mitigasi Layanan
Jumat, 13 Maret 2026 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney, bersama PT Angkasa Pura Indonesia melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan penumpang penerbangan menjelang perayaan Idul Fitri. Salah satunya, mengantisipasi potensi gangguan penerbangan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah (Timteng).
Langkah InJourney Siagakan 16 Ribu Petugas & Mitigasi Layanan tersebut diambil untuk menjaga operasional bandara tetap lancar selama periode mudik Lebaran 2026.
Direktur Utama InJourney Maya Watono memastikan, seluruh entitas dalam ekosistem InJourney akan saling berkoordinasi dan bersinergi untuk menjaga operasional bandara dan sektor pariwisata tetap berjalan optimal, di tengah dinamika global.
“Kami harus mengantisipasi berbagai kemungkinan, sepertidelay atau pembatalan penerbangan. Namun kami berkomitmen untuk tetap memberikan layanan terbaik kepada penumpang,” tegas Maya dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Baca juga : DKI Tak Bisa Terus Buang Sampah Ke Bantargebang
Mendekati libur Lebaran, pihaknya tidak hanya mengoptimalkan operasional bandara saja. Tetapi juga seluruh ekosistem yang ada di bawah InJourney Holding, seperti perhotelan dan destinasi wisata.
Maya memproyeksikan, jumlah penumpang pesawat selama periode Lebaran 2026 mencapai sekitar 9 juta orang, meningkat 2 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
“Kami yakin, tetap akan ada pertumbuhan karena Indonesia kuat secara domestik, baik itu untuk penerbangan maupun wisata,” katanya.
Menurut Maya, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, InJourney menambah 3.000 personel, sehingga total petugas yang disiagakan selama masa angkutan Lebaran mencapai hampir 16.000 orang. Mereka akan bersiaga selama 24 jam di seluruh bandara.
Baca juga : Kapten Valverde Benamkan City
“Seluruh bandara akan beroperasi selama 24 jam selama periode mudik, kecuali di Bali akan tutup sementara saat perayaan Hari Raya Nyepi,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airport Achmad Syahir memproyeksikan, trafik penumpang mencapai sekitar 160,7 juta penumpang sepanjang tahun ini, atau meningkat 2 persen dibandingkan 2025.
Sementara, pergerakan pesawat diproyeksikan sedikit menurun 0,03 persen menjadi sekitar 1.189.791 pergerakan.
Di sisi lain, kargo udara diperkirakan meningkat 1,8 persen menjadi sekitar 1,559 juta ton.
Baca juga : BNP Paribas Open, Djokovic Ngos-ngosan Hadapi Petenis Muda
“Ini yang menjadi challenge di industri kebandarudaraan maupun aviasi,” katanya.
Syahir mengungkapkan, jumlah armada pesawat yang beroperasi saat ini memang masih lebih sedikit dibandingkan kebutuhan pasar, sehingga mempengaruhi kapasitas penerbangan di Indonesia. Hal ini turut menjadi salah satu penyebab harga tiket pesawat mahal.
Namun dia bilang, kekurangan pesawat tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga secara global.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya