Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gerindra Kawal Pemerintah
Proses Pemulihan Sumatera Pascabencana Terus Berlanjut
Jumat, 13 Maret 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera terus berjalan. Upaya rehabilitasi dilakukan secara bertahap, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pemulihan hunian warga.
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani menegaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah bekerja keras memulihkan kondisi daerah yang terdampak bencana. Ketua MPR ini menegaskan, proses pemulihan pascabencana Sumatera terus berlanjut dan tidak berhenti.
“Sekarang Pemerintah sedang bekerja keras untuk melakukan pemulihan bencana,” ujar Muzani di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (11/3/2026).
Menurut Muzani, dampak bencana yang dirasakan masyarakat masih cukup besar. Karena itu, Pemerintah fokus memperbaiki berbagai fasilitas yang rusak. Dia merinci, proses pemulihan mencakup perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, kantor pemerintahan hingga fasilitas umum lainnya.
Baca juga : Pimpinan DPRD Sumsel Dapat “Perhatian” Partai
"Pemerintah juga mulai melakukan perbaikan rumah warga yang terdampak. Bahkan, rumah-rumah hunian juga sedang dalam proses perbaikan dan pemulihan oleh Pemerintah,” bebernya.
Dalam kunjungan tersebut, Muzani juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara menjelang Hari Raya Idul Fitri. Total sebanyak 5.000 paket bantuan disalurkan ke dua daerah terdampak.
“Ini bukan untuk menggantikan beban berat yang dirasakan masyarakat, tetapi menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk melanjutkan kehidupan ke depan dengan lebih baik,” katanya.
Bantuan terdiri dari 3.000 paket diberikan kepada warga di Kabupaten Tapanuli Selatan dan 2.000 paket untuk masyarakat Kabupaten Langkat. Bantuan yang diberikan menjelang Lebaran itu berupa perlengkapan ibadah, seperti sarung, mukena, sajadah, kerudung, serta Al-Qur’an.
Baca juga : InJourney Siagakan 16 Ribu Petugas & Mitigasi Layanan
“Biasanya menjelang Lebaran orang membutuhkan sarung, mukena, sajadah, kerudung, dan tentu saja Al-Qur’an yang bisa menenangkan serta menjadi penyemangat kehidupan spiritual,” ujarnya.
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra itu juga berharap, kerja sama antara Pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten dan kota bisa mempercepat proses pemulihan bencana yang sedang dialami masyarakat. "Mudah-mudahan Lebaran ini menjadi semangat baru untuk menatap masa depan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, Pemerintah juga terus mengawal kesiapan infrastruktur di wilayah terdampak bencana banjir di Sumatera menjelang arus mudik Lebaran 2026.
“Secara infrastruktur, kami fokus mengawal dan terus mendorong Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang karena berkaitan dengan urusan lahan dan tata ruang,” ujar AHY usai acara pembagian bantuan sosial di Masjid Babah Alun, Jakarta, Rabu (11/3).
Baca juga : DKI Tak Bisa Terus Buang Sampah Ke Bantargebang
AHY menjelaskan, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera saat ini terus bekerja melakukan pemeriksaan lapangan, rapat koordinasi, hingga perbaikan berbagai fasilitas di tiga provinsi terdampak.
"Perbaikan mencakup pembangunan kembali jalan dan jembatan yang rusak, penyediaan sumber air bersih, serta perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat banjir dan longsor," bebernya.
Selain itu, lanjut Ketua Umum Partai Demokrat ini mengatakan, Pemerintah juga telah menyediakan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Sementara pembangunan hunian tetap masih membutuhkan waktu karena harus memastikan lokasi yang aman dan tidak rawan bencana. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya