BREAKING NEWS
 

Tidak Siaga 1 Lagi, TNI Kini Terapkan Siaga 3

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 14 Maret 2026 08:29 WIB
Prajurit TNI mengikuti defile pasukan saat gladi bersih HUT ke-80 TNI, di Monas, Jakarta, Jumat (3/10/2025). (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - TNI tidak lagi menerapkan Siaga 1 untuk kondisi nasional. Saat ini statusnya sudah diturunkan menjadi Siaga 3.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, perubahan ini sudah melalui proses bertahap dari Siaga 1 ke Siaga 3.

"Siaga 1 adalah apel gelar pasukan dan perlengkapan alutsista. Kemudian Siaga 2 adalah eskalasi, dan diturunkan jadi Siaga 3 untuk menghadapi rencana kegiatan Hari Raya Idul Fitri,” kata Donny, di Markas TNI AD, Kamis (12/3/2026).

Dia memastikan, sejak awal, penerapan Siaga 1 oleh TNI tidak berkaitan dengan situasi konflik di Timur Tengah maupun wilayah mana pun. Status Siaga 1 merupakan bagian dari prosedur internal untuk memastikan kesiapan satuan. Dalam status ini, TNI melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, perlengkapan, serta materiil yang dimiliki setiap satuan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari pembinaan profesionalisme prajurit agar selalu siap menjalankan tugas kapan pun diperlukan.

Baca juga : Alhamdulillah, Harga BBM Tidak Akan Naik

“Ini adalah suatu kesiapsiagaan internal berupa pengecekan kesiapan personel dan materiil agar satuan selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Kegiatan ini bukan terkait situasi darurat atau respons terhadap kondisi keamanan tertentu, melainkan bagian dari prosedur rutin dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan prajurit,” ucap Donny.

Pemeriksaan dilakukan melalui apel gelar pasukan, di Monas, Jakarta, Sabtu (7/3/2026). Setelah semua tahap pemeriksaan selesai, status Siaga 1 tersebut berakhir. 

Saat ini, statusnya sudah Siaga 3. “Kami melaksanakan kegiatan Siaga 3 karena kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri,” terangnya.

Ia memahami jika publik sempat menaruh perhatian besar terhadap status Siaga 1 tersebut. Hal itu tidak lepas dari situasi global yang tengah memanas akibat konflik di sejumlah kawasan sehingga masyarakat lebih sensitif terhadap informasi mengenai kesiapsiagaan militer.

Adsense

“Memang momennya di luar lagi perang, jadi istilahnya masyarakat lagi sensi, ‘wah ada apa ini? Tapi, tidak, itu suatu profesionalisme kita menjaga kesiapsiagaan, gelar perlengkapan ya seperti itu,” terangnya.

Baca juga : Telepon MBS, Prabowo Serukan AS-Israel Vs Iran Hentikan Perang

Donny menambahkan, tahapan kesiapsiagaan tersebut juga berkaitan dengan berbagai agenda nasional yang akan dihadapi dalam waktu dekat. Salah satunya adalah pengamanan perayaan Idul Fitri yang setiap tahun melibatkan sinergi antara TNI dan Polri.

Dalam momentum tersebut, TNI biasanya dikerahkan untuk membantu aparat kepolisian menjaga stabilitas keamanan di berbagai wilayah, terutama pada titik-titik yang berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Contohnya dalam kesiapsiagaan itu dalam rangka Idul Fitri. Pasti nanti ada yang menanyakan dalam rangka pengamanan Idul Fitri seperti apa. Ya pasti kami akan melaksanakan kegiatan pengamanan. Tentunya kami mem-backup Polisi dalam kegiatan itu,” kata Donny.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status Siaga 1 di seluruh jajaran TNI sejak awal Maret 2026. Penerapan status tersebut tertuang dalam surat telegram Panglima TNI bernomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026. Melalui telegram itu, Panglima TNI memerintahkan seluruh satuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Dalam keterangannya, Jenderal Agus menjelaskan, status Siaga 1 bukanlah hal yang luar biasa dalam praktik militer. Status tersebut merupakan bagian dari mekanisme rutin untuk menguji kesiapan prajurit serta memastikan seluruh sistem pertahanan berjalan optimal jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Baca juga : Ditahan KPK, Yaqut Tutup Borgol Dengan Map

"Ya kita menguji kesiapsiagaan personel dan materiil. Jadi Siaga 1 ini hal yang biasa di istilah militer," kata Agus, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Agus menegaskan, penerapan status siaga seperti itu kerap dilakukan di berbagai satuan TNI dalam berbagai situasi, termasuk ketika menghadapi bencana alam. Melalui mekanisme tersebut, setiap satuan dapat merespons situasi darurat dengan cepat karena personel dan perlengkapan sudah berada dalam kondisi siap.

"Saya sudah berlakukan Siaga 1 di satuan-satuan. Misal tiap Komando Daerah Militer atau Kodam, satu batalyon Siaga 1 apabila di wilayahnya ada bencana alam," terangnya.

Ia juga menjelaskan mengenai kemunculan konvoi kendaraan taktis TNI di Monas, Sabtu (7/3/2026), yang sempat menarik perhatian publik. Menurut Agus, kegiatan tersebut merupakan bagian dari simulasi kesiapsiagaan untuk mengukur kemampuan mobilisasi pasukan menuju pusat pemerintahan.

Melalui kegiatan itu, TNI dapat menghitung secara rinci waktu tempuh pergerakan pasukan dari berbagai wilayah menuju Jakarta jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam situasi darurat. "Dari wilayah ke Jakarta berapa menit, kita hitung. Kalau terjadi sesuatu di Jakarta kan bisa segera digerakkan," terangnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense