BREAKING NEWS
 

Perlahan Pulih, Lebaran di Subulussalam Aceh Dimeriahkan Balap Robin

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 25 Maret 2026 21:43 WIB
Balap Robin di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Aceh. (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berangsur-angsur, masyarakat Aceh mulai pulih dari bencana banjir yang melanda pada akhir November 2025. Balap Robin adalah salah satu upaya masyarakat di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Aceh, untuk perlahan bangkit dari bencana.

Hal ini tampak dari antusiasme masyarakat dalam mengikuti dan menyaksikan Balap Robin ini. Balap Robin atau Robin Cross adalah balapan antarperahu tradisional bermesin Robin milik nelayan. 

Balap Robin berlangsung di sungai Lae Soraya yang membentang di Kecamatan Rundeng. Balapan ini biasanya berlangsung pada momen Lebaran atau Idul Fitri.

Baca juga : Pantau Arus Balik Lebaran, Kapolri Minta Petugas Beri Pelayanan Maksimal

Tengku Fikri Wirlandi Kombi, salah satu warga yang menyaksikan balapan, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu hiburan warga Subulussalam. Lomba ini juga membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbantu. Fikri berharap, pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan ini.  

Adsense

“Kegiatan ini sangat positif karena menjunjung tinggi silaturahmi antara masyarakat. Kami harap kepada pemerintah agar selalu men-support event-event tahunan ini,” kata Fikri, seperti Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (25/3/2026).

Ketua Panitia Balap Robin, Muhammad Ikhwan Sambo, mengatakan bahwa Balap Robin ini didukung jajaran dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Rundeng. Tak pelak, ratusan masyarakat tampak memadati bantaran sungai yang menjadi lokasi balapan. Mereka antusias menyaksikan adu cepat mesin-mesin dari perahu kayu yang melaju kencang dengan suara khasnya.

Baca juga : Driver Ojol Bangga Bisa Lebaran di Istana, Senang Pulang Bawa Sembako

Sempat terjadi ketegangan karena salah satu peserta ada yang karam akibat hantaman arus. Namun, kesiapsiagaan panitia dalam memberikan pertolongan membuat insiden tersebut tidak memakan korban.

“Masyarakat yang mengikuti perlombaan ini dari kalangan masyarakat seluruh Kecamatan Rundeng. Kami berencana mengajukan ke pemerintah kota untuk dilangsungkan perlombaan tingkat kota,” kata Ikhwan.

Panitia berharap, lomba ini bisa terus berlangsung setiap tahunnya untuk mempererat tali silaturahmi. Lomba ini juga menjadi salah satu cara melestarikan budaya sungai yang menjadi ciri khas masyarakat Rundeng.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense