BREAKING NEWS
 

Anggaran Pendidikan Tak Dipangkas, Revitalisasi Sekolah Berdampak Ekonomi

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Kamis, 26 Maret 2026 07:14 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari. (Foto : KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan anggaran pendidikan tidak mengalami pengurangan. Pemerintah justru memperkuat sektor tersebut melalui program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat yang memberi dampak ekonomi luas bagi masyarakat.

Qodari mengatakan, kedua program itu tak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga menciptakan efek ganda terhadap perekonomian.

“Penting kami tegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dan Sekolah Rakyat bukan hanya program di pendidikan, tapi memiliki dampak ekonomi yang luas atau multiplier effect yang nyata,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Baca juga : Ada Perjanjian Tarif AS, Hilirisasi Tetap Jadi Prioritas Prabowo

Ia menambahkan, keberlanjutan program tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat anggaran pendidikan.

“Dengan tetap berjalannya program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Rakyat ini menunjukkan bahwa tidak ada pengurangan terhadap anggaran pendidikan, justru membuktikan bahwa anggaran pendidikan akan terus diperkuat,” katanya.

Adsense

Pada 2025, program revitalisasi sekolah mencakup 16.167 satuan pendidikan. Jumlah ini meningkat dari target awal 10.000 sekolah setelah Presiden Prabowo Subianto menambah sekitar 6.000 sekolah.

Baca juga : Pramono: Kehidupan di Jakarta Tak Seindah Dibayangkan, Perantau Harus Terampil

Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah rampung dibangun, sementara 105 sekolah lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan, khususnya desil 1 dan 2 atau 20 persen masyarakat terbawah.

“Pada pembangunan tahap 2 ini ditargetkan menyerap sekitar 58.000 tenaga konstruksi dan didukung sekitar 5.200 tenaga pendidik. Sehingga sekali lagi tidak hanya memperluas akses pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelas Qodari.

Baca juga : Gandeng Lembaga Penelitian MY Institute Johan Rosihan Gagas Sekolah Pilar Muda

Setiap Sekolah Rakyat permanen dirancang memiliki kapasitas 1.080 siswa per tahun. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat yang mampu menjangkau sekitar 540.000 siswa kurang mampu setiap tahun.

Saat ini, pembangunan tahap kedua Sekolah Rakyat mencakup 104 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, yakni 40 lokasi di Jawa, 26 lokasi di Sumatra, 12 lokasi di Kalimantan, 16 lokasi di Sulawesi, 3 lokasi di Bali dan Nusa Tenggara, 4 lokasi di Maluku, serta 3 lokasi di Papua.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense