RM.id Rakyat Merdeka - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Indonesia akan mengalami fenomena “Godzilla” El Niño atau musim kemarau yang lebih kering. Meski demikian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok bahan pokok tetap aman.
Menurut BRIN, fenomena Godzilla El Niño di Indonesia akan disertai Indian Ocean Dipole (IOD) positif mulai April hingga Oktober 2026. Kombinasi ini berpotensi membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.
“‘Godzilla’ El Niño + IOD positif, kedengarannya keren, tapi dampaknya tidak main-main. Kemarau bisa menjadi lebih panjang, lebih kering, dan hujan makin jarang turun di Indonesia. Awan pun lebih banyak ‘nongkrong’ di Pasifik, sedangkan kita kebagian panasnya saja,” tulis BRIN di akun Instagramnya, dikutip Jumat (27/3/2026).
Kendati demikian, dampaknya diperkirakan tidak merata di seluruh wilayah. Beberapa daerah berpotensi mengalami kekeringan, sementara wilayah lain, seperti bagian timur laut Indonesia, justru dapat menghadapi risiko banjir.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi potensi dampak cuaca tersebut dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Baca juga : Diungkap Menlu Jerman, AS-Iran Bakal Ketemu Di Pakistan
“Prediksi Godzilla El Niño telah menjadi perhatian pemerintah. Kami di Bapanas, sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, memastikan ketahanan stok CPP terus diperkuat agar saat diperlukan dapat segera disalurkan untuk membantu masyarakat,” ujar Ketut dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/3/2026).
Berdasarkan data Bapanas per Rabu (25/3/2026), stok pangan pokok strategis yang merupakan CPP dan dikelola oleh BUMN pangan, baik Perum Bulog maupun ID FOOD, masih memadai. Beras menjadi komoditas dengan stok terbesar, sementara komoditas lainnya juga terus diperkuat, seperti jagung, minyak goreng, gula konsumsi, daging sapi/kerbau, daging ayam, dan telur ayam.
Stok CPP beras di Bulog saat ini telah mencapai 4,08 juta ton. Capaian ini meningkat 77,8 persen dibandingkan kondisi akhir Maret tahun lalu yang berada di level 2,29 juta ton.
Ketut menambahkan, sebagian besar pasokan tersebut berasal dari produksi dalam negeri. Bulog telah melakukan penyerapan setara beras sejak awal 2026 hingga saat ini mencapai 1,24 juta ton.
Sementara itu, stok CPP jagung berada di kisaran 144 ribu ton, yang sebagian besar juga berasal dari penyerapan panen dalam negeri. Realisasi penyerapan jagung sepanjang 2026 telah mencapai 101,96 ribu ton. Indonesia sendiri sudah tidak melakukan impor jagung pakan sejak 2025.
Baca juga : Ujang Bey: Siapapun Yang Terpilih Harus Sesuai Aturan
Untuk komoditas lainnya, stok CPP minyak goreng tercatat sekitar 95 ribu kiloliter. Sedangkan Gula konsumsi mencapai 50 ribu ton, dengan sebagian besar dikelola ID FOOD.
Adapun stok CPP daging sapi/kerbau mencapai 11 ribu ton yang juga mayoritas dikelola ID FOOD. Sementara itu, stok daging ayam sebesar 39 ton dan telur ayam 62 ton, masing-masing dikelola oleh ID FOOD dan Bulog.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional sejalan dengan visi swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada negara lain.
“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Oleh karena itu, setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain. Kita tidak boleh takut,” ujar Amran.
Menurutnya, Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Kebutuhan konsumsi pangan pokok strategis harus mampu ditopang oleh hasil produksi petani dan peternak dalam negeri, sebagai indikator kuatnya ketahanan pangan nasional.
Baca juga : Hadar Nafis Gumay: Yang Terpenting Itu Independen Dan Integritas
“Yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri. Kita harus optimistis,” tambahnya.
Lebih lanjut, stok CPP tersebut akan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program intervensi pangan, seperti bantuan pangan beras dan minyak goreng yang kembali digulirkan pemerintah sejak Maret 2026. Bapanas mencatat, hingga 25 Maret 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 378.666 penerima di 24 provinsi. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.