RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah langsung gercep alias gerak cepat menangani gempa besar yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut). Evakuasi korban hingga penyaluran bantuan logistik langsung digeber.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB dengan kekuatan magnitudo 7,6. Pusat gempa berada 129 km tenggara Bitung di kedalaman 33 km.
Guncangan tak berhenti di situ. Hingga Jumat (3/4/2026) pagi, tercatat 422 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,8.
“Total gempa susulan mencapai 422 kali,” kata Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.
Baca juga : DPR Usul Subsidi Maskapai Tahan Harga Tiket Pesawat
Akibat kejadian ini, puluhan bangunan rubuh dan satu warga dilaporkan meninggal dunia tertimpa reruntuhan Gedung KONI di Kelurahan Sario, Manado, Sulut. Korban diketahui bernama Deitje Lahia yang sehari-hari berjualan di samping bangunan.
Merespons situasi, pemerintah langsung mengerahkan kekuatan penuh. Basarnas menurunkan personel dari berbagai wilayah, termasuk Sulut, Maluku, dan Palu. Mereka bergerak bersama TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk evakuasi dan pendataan.
Instruksi juga datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Seluruh aparat diminta bergerak cepat, fokus pada keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Presiden memerintahkan evakuasi dilakukan secepat mungkin,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kamis (2/4/2026).
Baca juga : Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Koordinasi penanganan dipimpin Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno melalui rapat darurat. Ia menekankan kecepatan pendataan sebagai kunci utama penyelamatan. “Kecepatan pendataan penting agar penyelamatan bisa segera dilakukan,” tegas Pratikno.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto langsung terjun ke lokasi untuk memimpin operasi. Logistik dasar menjadi prioritas utama.
"Yang pertama akan kita bawa adalah logistik dasar masyarakat terdampak. Belum ada laporan pengungsi, tapi tetap ya permakanan itu jelas kita bawa. Kemudian shelter apabila ada pengungsi, pakaian, juga air bersih, hal-hal seperti itu ya," kata Suharyanto.
Pemerintah juga memastikan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) bisa langsung digunakan daerah tanpa hambatan birokrasi.
Baca juga : Mentrans: WFH Itu Bukan Berarti Libur
“Bisa langsung digunakan sesuai SOP,” kata Pratikno.
Selain evakuasi, pemerintah mulai memetakan kerusakan untuk proses penanganan lanjutan. Pendataan akan dilakukan intensif dalam satu hingga dua minggu ke depan. Hasilnya akan menjadi dasar rehabilitasi, termasuk perbaikan rumah warga terdampak.
Pemerintah juga mengimbau warga tidak kembali ke bangunan yang rusak demi menghindari risiko gempa susulan. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.