RM.id Rakyat Merdeka - Perkumpulan Praktisi Hukum dan Ahli Hukum Indonesia (Petisi Ahli) menggelar Halal Bihalal dan Seminar Nasional bertema “Masa Depan Penegakan Hukum Indonesia”.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tapi juga forum intelektual yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan hukum, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional.
Pembina Petisi Ahli Ito Sumardi menegaskan, pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk membangun sistem hukum yang berintegritas, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum.
“Sinergi antarpenegak hukum menjadi kunci dalam memperkuat sistem hukum nasional," ujar Ito di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca juga : Deforestasi Naik, DPR Dorong Kemenhut Perketat Penegakan Hukum
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting lintas sektor. Di antaranya Ketua Baleg DPR RI Bob Hasan, Jaksa Ahli Utama Jampidum Kejagung Frihartono, Hakim Mahendra Sinaga, advokat Fredrich Yunadi, akademisi Firman Wijaya, Penasihat Ahli Kapolri Aryanto Sutadi, serta praktisi hukum P. Ricky Sitohang.
Turut hadir Kadiv Hukum Mabes Polri Agus Nugroho dan jurnalis nasional Aiman Witjaksono, bersama unsur strategis dari kepolisian, kejaksaan, kehakiman, serta organisasi advokat.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga mendapat perhatian internasional dengan kehadiran sejumlah diplomat, seperti Duta Besar Rusia, Filipina, Iran, hingga Arab Saudi.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu penegakan hukum di Indonesia memiliki relevansi global, terutama dalam konteks kerja sama internasional dan stabilitas hukum dunia.
Baca juga : Antisipasi Krisis Energi, Para Menteri Mulai Lakukan Penghematan
Dalam sesi seminar, para narasumber menyampaikan pandangan kritis dan konstruktif terkait arah penegakan hukum nasional.
Diskusi berlangsung dinamis dengan penekanan bahwa Indonesia membutuhkan sistem hukum yang tidak hanya kuat secara normatif, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman dan tantangan global.
Dalam momentum tersebut, Petisi Ahli menegaskan posisinya sebagai wadah kolaboratif bagi praktisi, akademisi, dan ahli hukum.
Organisasi ini tidak berafiliasi sebagai organisasi advokat, namun terbuka bersinergi dengan seluruh elemen penegak hukum.
Baca juga : DPR Minta Wacana Pembelajaran Daring Dipertimbangkan Matang
Presiden Petisi Ahli Pitra Romadoni Nasution, menegaskan pentingnya keberanian moral dan integritas kolektif di tengah berbagai tantangan terhadap institusi penegak hukum.
“Di tengah kritik dan tekanan, kita butuh keberanian moral untuk tetap berdiri tegak membela hukum dan keadilan,” ujar Pitra.
Pitra menambahkan, keberhasilan kegiatan ini menegaskan peran Petisi Ahli sebagai kekuatan intelektual dan moral dalam mengawal masa depan penegakan hukum Indonesia, sekaligus membawa isu hukum nasional ke panggung internasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.