BREAKING NEWS
 

Kakorlantas:

Predictive Traffic Policing Jadi Kunci Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : MUHAMAD FIKY
Jumat, 10 April 2026 09:54 WIB
Foto: Korlantas Polri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa pengelolaan arus kendaraan pada Operasi Ketupat 2026 tidak hanya mengandalkan prediksi, tetapi juga berbasis parameter terukur.

Hal tersebut disampaikan dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Jumat (10/4/2026), bersama analis kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan.

Kakorlantas menjelaskan, penerapan predictive traffic policing dan adaptive driver management menjadi kunci keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

“Dengan predictive traffic policing, kami bisa menentukan kapan harus menerapkan contraflow, one way, hingga one way nasional. Semua berdasarkan parameter yang terukur, sehingga pergerakan kendaraan bisa diprioritaskan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga : Survei: Publik Puas, Layanan Polri Jadi Kunci Mudik 2026

Ia menambahkan, pihaknya juga mengoptimalkan adaptive driver management serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam pengamanan di pelabuhan penyeberangan dan ruas jalan tol.

“Kami merencanakan pengamanan dengan parameter-parameter keputusan dalam manajemen rekayasa lalu lintas, baik untuk arus mudik maupun arus balik,” katanya.

Adsense

Menurut Agus, jumlah pemudik pada Lebaran 2026 mengalami peningkatan signifikan. Namun, berkat strategi yang diterapkan, arus lalu lintas tetap terjaga lancar dan angka kecelakaan berhasil ditekan.

“Alhamdulillah, angka fatalitas korban meninggal dunia secara nasional turun hingga 31 persen, dan jumlah kecelakaan juga menurun. Ini menunjukkan pengelolaan lalu lintas berjalan efektif,” ungkapnya.

Baca juga : Kakorlantas Raih Presisi Award dari Lemkapi, Kinerja Pengamanan Mudik Dipuji

Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga didukung oleh kolaborasi lintas sektor. Korlantas Polri bekerja sama dengan kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

Sejumlah kebijakan pendukung turut berperan, seperti pembatasan kendaraan sumbu tiga melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), penerapan Work From Anywhere (WFA), hingga program mudik gratis yang membantu mengurai kepadatan sejak awal.

“Kebijakan pemerintah seperti WFA dan SKB pembatasan kendaraan sumbu tiga sangat mempengaruhi kelancaran Operasi Ketupat. Tata kelola di jalan tol dan arteri menjadi lebih seimbang, sehingga risiko kecelakaan bisa ditekan,” jelasnya.

Selain itu, pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam operasi ini. Petugas di lapangan tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan, informasi, serta bantuan kepada pemudik di berbagai titik, seperti rest area, jalan tol, hingga pelabuhan penyeberangan.

Baca juga : Harwan: Integrasi Etika Dan Compliance Kunci Kepercayaan Publik

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense