BREAKING NEWS
 

Stabilitas Ekonomi Makin Terjaga, PAN Puji Diplomasi Prabowo

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 12 April 2026 06:55 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. (Foto: Instagram/eddy_soeparno)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) mengapresiasi keberhasilan strategi dan diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong stabilitas ekonomi nasional. Keberhasilan ini tak lepas dari meredanya ketegangan global, termasuk gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengapresiasi kondisi harga energi di Indonesia saat ini yang relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah negara lain. Dia menilai, keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi Pemerintah dalam mengedepankan jalur diplomasi damai. 

“Konsistensi Presiden Prabowo dalam mengedepankan diplomasi damai, deeskalasi konflik, serta penghormatan terhadap hukum internasional mencerminkan politik luar negeri bebas aktif yang berdampak langsung pada stabilitas nasional,” kata Eddy dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026). 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN sebagai respons atas taklimat Presiden Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para Direktur Utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026). 

Baca juga : Gerindra PBD Ambisi Kuasai Kursi Legislatif

Eddy mengaku, sejak awal pihaknya sudah menduga eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok energi global. Yaitu, merembet pada kenaikan harga minyak mentah, pupuk, hingga bahan baku industri. 

“Karena itu, setiap upaya deeskalasi, termasuk gencatan senjata, patut diapresiasi karena berdampak langsung pada perekonomian nasional,” tegasnya. 

Menurut Eddy, keberhasilan diplomasi Presiden turut berkontribusi terhadap terkendalinya inflasi dan meningkatnya kepastian ekonomi dalam negeri. Dia mengatakan, dengan harga energi global yang lebih stabil, tekanan terhadap APBN dinilai berkurang, subsidi energi lebih terjaga, dan daya beli masyarakat tetap kuat. 

Adsense

"Tapi, Pemerintah jangan terlena. Penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional agar tidak terlalu bergantung pada dinamika global," sarannya. 

Baca juga : Empat Hari Geledah 12 Tempat, KPK Kebut Penyidikan Kasus Walkot Madiun

Lebih lanjut, Eddy menegaskan, PAN mendorong percepatan transisi energi melalui elektrifikasi di sektor transportasi, industri, dan rumah tangga, serta pengembangan energi baru terbarukan. Dia juga mendorong sistem ketahanan energi yang kuat agar tidak mudah terguncang oleh konflik internasional. 

"Pentingnya menjaga keandalan pasokan energi nasional, termasuk melalui penguatan cadangan energi strategis dan optimalisasi peran BUMN energi. Ketahanan energi merupakan bagian integral dari kedaulatan nasional,” pungkas Eddy. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pentingnya penegakan hukum dan konstitusi sebagai fondasi utama negara. Dia mengingatkan, Indonesia tidak boleh keluar dari koridor hukum dan Undang-Undang Dasar 1945. 

“Tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar. Tanpa itu, yang ada hanya hukum rimba, dan rakyat kita tidak menghendaki hal tersebut,” tegas Presiden Prabowo. 

Baca juga : Bos Garuda Pastikan Kenaikannya Terukur

Presiden menyampaikan hasil tersebut saat memberikan taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah bersama anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat Eselon I kementerian/lembaga, serta para Direktur Utama BUMN yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (8/4/2026). 

Prabowo menekankan pentingnya seluruh unsur yang bertanggung jawab untuk terus bekerja keras dalam menegakkan hukum yang berlandaskan kesepakatan dan konsensus nasional. Presiden mengingatkan kembali pada dua konsensus besar dalam sejarah bangsa. Yakni, Sumpah Pemuda 1928 dan Undang-Undang Dasar 1945. 

“Semua unsur yang bertanggung jawab, yang arif harus bekerja keras, harus berjuang, untuk menegakkan hukum konstitusi, hukum berdasarkan kesepakatan, hukum berdasarkan konsensus," tandasnya. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense