BREAKING NEWS
 

Hanya Komunikasi Politik, Paloh Bantah NasDem & Gerindra Akan Merger

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Sabtu, 18 April 2026 06:40 WIB
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh membantah tegas isu yang menyebut partai yang didirikannya akan merger dengan Partai Gerindra. Dia menilai, kabar tersebut merupakan kesimpulan yang terlalu dini.

“Sudah pastilah tidak ada. Itu barangkali terlalu cepat menyimpulkan, tapi saya pikir wajar,” kata Surya pada acara halalbihalal Forum Pemimpin Redaksi di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026) malam. 

Sebelumnya, Paloh dan Prabowo Subianto melakukan pertemuan di Hambalang, Bogor, pada pertengahan Februari 2026. Dalam pertemuan itu, kata Paloh, banyak membicarakan kondisi bangsa serta tantangan yang dihadapi ke depan. 

“Termasuk bagaimana menghadapi tantangan ke depan bagi seluruh partai koalisi. NasDem kan berada dalam posisi itu,” jelasnya. 

Baca juga : Belajar Dari China & Singapura, OJK Siap Cegah Aksi Scam Lewat Telepon

Paloh menekankan pentingnya kritik dalam kehidupan demokrasi. Dia mengingatkan, kritik harus disikapi secara bijak dan proporsional, serta tidak keluar dari koridor yang semestinya. 

"Kritik harus dilihat sebagai bagian dari upaya membangun, bukan justru melemahkan. Kritik itu penting untuk membangun semangat dan autokritik dalam kehidupan berbangsa,” tegasnya. 

Adsense

Anggota Fraksi NasDem DPR, Dini Rahmania juga membantah isu merger antara NasDem dan Gerindra. Dia menegaskan, pertemuan Paloh dan Prabowo hanya komunikasi politik yang wajar antar pimpinan partai. 

“Istilah merger yang dikaitkan dengan Partai NasDem tidak tepat. Komunikasi untuk kerja sama politik itu hal yang biasa, tanpa menghilangkan identitas dan kemandirian masing-masing partai,” ujar Dini, Rabu (15/4/2026). 

Baca juga : Lebanon Bernapas Sejenak, Israel Siaga Di Perbatasan

Ketua DPC NasDem Kabupaten Probolinggo itu mengatakan, partainya saat ini tetap fokus bekerja untuk masyarakat. Dini menegaskan, di tengah berbagai dinamika, komitmen NasDem hadir dan memberi manfaat bagi rakyat tidak akan berubah. 

“Wajar saja, dua sahabat bertemu. Teman-teman bisa bayangkan ketika pertama kali Pak Prabowo datang ke Gondangdia (NasDem Tower), kami diskusi 6 jam tentang banyak hal. Di mana ada hal yang lebih akrab, yang lebih intimate untuk bisa berdialektika seperti itu?” kata Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. 

Willy menilai, pertemuan semacam itu justru produktif. Dia mengatakan, hubungan personal yang baik antar elite politik dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif. 

“Itu justru lebih produktif. Ini narasinya terlalu negatif tone. Imajinasi ber-republik-nya nggak ada. Imajinasi konflik, rusuh," ujarnya. 

Baca juga : Jangan Ada Toleransi Terhadap Premanisme

"Harusnya kita mengedepankan, memajukan imajinasi ber-republik. Apa imajinasi ber-republik itu? Political Block. Dan itu belum pernah di-exercise,” tandas Ketua Komisi XIII DPR itu. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense