BREAKING NEWS
 

Utamakan Kenyamanan, 6 Ribu Bus Siap Sambut Jemaah Haji Indonesia

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Rabu, 22 April 2026 07:25 WIB
Calon jemaah haji tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (Foto: Putu Wahyu Rama/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Muhammad Rusmadi dari Kota Suci Makkah

Sebanyak 6.000 armada bus disiapkan untuk mengangkut jemaah haji Indonesia selama musim haji 2026. 

Kesiapan transportasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan mobilitas jemaah berjalan lancar sejak kedatangan hingga pergerakan antar kota perhajian. 

Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Achmad Muslichuddin Tamdjiz mengatakan, Pemerintah telah bekerja sama dengan 15 perusahaan transportasi guna mendukung layanan tersebut. 

Menurutnya, mayoritas armada yang digunakan adalah bus besar tipe coach dengan kapasitas 45 hingga 51 penumpang. 

Baca juga : Ahmad Doli Kurnia: Untuk Pemilu Ideal, Butuh Waktu Cukup

Namun demi kenyamanan, jumlah jemaah dalam satu bus dibatasi maksimal 42 orang per rombongan. “Ini layanan antar kota perhajian. Kita pastikan jemaah tetap nyaman selama perjalanan,” ujar Muslih di Madinah. 

Dalam menyambut kedatangan kloter pertama, pihak transportasi juga telah menyiapkan berbagai dokumen penting, termasuk form kedatangan yang memuat data jemaah, asal embarkasi, hingga jumlah armada yang digunakan. 

Muslih menjelaskan, alur pergerakan jemaah dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz menuju hotel di Madinah relatif singkat, yakni sekitar satu jam perjalanan. Koordinasi intensif dengan pihak bandara terus dilakukan agar proses berjalan mulus. 

Dia menambahkan, sistem komunikasi “tektok” antara bandara dan petugas di hotel menjadi kunci kesiapan layanan. Dengan sistem ini, setiap pergerakan jemaah dapat dipantau secara real time

Antisipasi juga dilakukan terhadap kemungkinan jemaah tertinggal, baik di hotel maupun di lokasi tertentu. 

Adsense

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pun telah menyiapkan kendaraan cadangan seperti minibus dan kendaraan operasional. 

Baca juga : Rendy Umboh: Daripada Ditunda, Lebih Bagus Segera Dibahas

“Jika ada jemaah yang tertinggal, kami siapkan kendaraan khusus untuk menjemput dan mengantarkan ke rombongannya,” jelas Muslih. 

Di sisi lain, sebanyak 423 tenaga pendukung juga telah disiapkan untuk membantu pelayanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Mereka terdiri dari warga negara Indonesia dan mahasiswa yang berdomisili di sana. Tenaga pendukung ini akan disebar di dua Daker, yakni Madinah dan Bandara, serta bersinergi dengan petugas PPIH dalam layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi. 

Terkait hal ini, Kepala Kanselerai KJRI Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko, menyebutkan, kedatangan jemaah kloter pertama akan disambut langsung oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, bersama Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B Ambary. 

“Penyambutan ini menjadi bentuk perhatian Pemerintah terhadap jemaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Suci,” ujarnya di Madinah, Minggu (19/4/2026). 

Sementara Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, BudiAgung Nugroho memastikan, seluruh layanan utama telah siap, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga akomodasi. 

Dia menjelaskan, kloter pertama akan tiba di Bandara Jeddah pada 22 April 2026 pukul 00.45 waktu Arab Saudi dan termasuk dalam skema fast track, sehingga proses imigrasi berlangsung lebih cepat. 

Baca juga : Senayan Ingin Revisi UU Bangkitkan Profesi Advokat

“Karena fast track, penyambutan di bandara hanya singkat. Sambutan resmi akan dilakukan saat jemaah tiba di hotel di Madinah,” kata Budi. 

Jemaah diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam perjalanan dari bandara menuju hotel di Madinah tanpa transit. Setibanya di penginapan, mereka akan langsung beristirahat dan bersiap menjalani rangkaian ibadah.

Selama di Madinah, jemaah dijadwalkan tinggal selama 8 hingga 9 hari untuk melaksanakan ibadah Arbain. Mereka juga akan mendapatkan layanan konsumsi hingga 27 kali sebelum diberangkatkan ke Makkah. 

PPIH juga memastikan ketertiban pergerakan jemaah dengan mengatur distribusi dari bandara ke bus berdasarkan regu dan rombongan. Sistem ini diterapkan agar jemaah tetap terorganisir hingga pembagian kamar hotel. 

Dengan dukungan armada transportasi yang besar serta ratusan tenaga pendukung, Pemerintah optimistis pelayanan jemaah haji Indonesia tahun 2026 akan berjalan lebih tertib, nyaman, dan efisien dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense