RM.id Rakyat Merdeka - DPRD Klungkung menegaskan komitmennya memperketat pengawasan pengiriman sampah organik dari Kota Denpasar ke zona penyangga Pusat Kebudayaan Bali di wilayah Kabupaten Klungkung. Meski volume kiriman mulai terkendali setelah sempat melonjak, pengawasan disebut tak boleh kendur.
Pantauan hingga awal pekan ini menunjukkan jumlah truk pengangkut yang masuk ke lokasi cenderung fluktuatif. Sempat tembus puluhan armada per hari, kini angkanya menurun. Kondisi ini dinilai sebagai momentum untuk memperkuat kontrol secara disiplin dan berkelanjutan.
Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menegaskan pengawasan tak boleh bersifat musiman. Ia meminta pengendalian dilakukan konsisten dari hulu hingga hilir.
Baca juga : Hari Bumi, Waste4Change Dukung Peningkatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah
“Pengawasan harus menyeluruh dan konsisten. Jangan sampai ada material di luar kesepakatan yang ikut masuk,” tegasnya di kantor DPRD Klungkung, Senin (21/4/2026).
Ia mengingatkan, material yang dikirim bukan kompos jadi, melainkan cacahan sampah organik yang masih perlu proses lanjutan. Karena itu, potensi tercampurnya plastik dan material non-organik harus diantisipasi sejak dari titik asal.
Senada, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menekankan pentingnya pengawasan terpadu, mulai dari pemuatan di Denpasar hingga pengolahan di zona penyangga.
Baca juga : Pro Kontra Kenaikan BBM, Ini Pernyataan Orang Dekat JK
Di sisi infrastruktur, pemerintah daerah memastikan kapasitas penampungan masih aman. Lubang utama berukuran sekitar 40 x 25 meter dengan kedalaman 3–4 meter dinilai mencukupi. Namun, langkah antisipasi tetap disiapkan dengan pembangunan lubang tambahan berkapasitas serupa.
Menanggapi kekhawatiran warga, DPRD mengimbau masyarakat tetap tenang namun kritis. Partisipasi publik dinilai krusial sebagai kontrol sosial.
“Kalau ada hal yang tidak sesuai atau berpotensi merusak lingkungan, segera laporkan,” ujar Anom.
Baca juga : Prabowo Singgung Kelompok Yang Tak Mau Kerja Sama Hingga Impeachment
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Dewa Komang Aswin, menegaskan fokus pemerintah saat ini masih pada kelancaran teknis pengiriman dan pengolahan.
“Prioritas kami memastikan proses berjalan baik tanpa dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Dengan pengawasan ketat, sinergi antar daerah, dan keterlibatan masyarakat, pengelolaan sampah di zona penyangga PKB Klungkung diharapkan tetap on track—menjadi solusi berbasis lingkungan tanpa menimbulkan beban baru bagi daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.