Dark/Light Mode

Prabowo Bertemu Lee Jae Myung

Indonesia-Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI

Rabu, 1 April 2026 17:11 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Korsel Lee Jae Myung, di Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026). (Foto: Bakom RI)
Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Korsel Lee Jae Myung, di Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026). (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) telah menyepakati kemitraan strategis komprehensif khusus (special comprehensive strategic partnership) yang diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai bertemu Presiden Korsel Lee Jae Myung, di Blue House, Seoul, Rabu (1/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, diskusi antara kedua pemimpin negara berlangsung produktif dan membuahkan hasil.

"Validasi hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, ditambah dengan penyelesaian beberapa kesepakatan utama, mencerminkan visi bersama yang mendalam dan mengikat kedua negara kita," terang Prabowo, seperti keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Baca juga : Gubernur Jateng Minta ASN Tingkatkan Pelayanan Usai Libur Idulfitri

Prabowo meyakini, kerja sama tersebut akan menjadi tonggak sejarah baru bagi kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral. Bagi Prabowo, Indonesia dan Korea Selatan sejatinya memiliki kepentingan yang sama lantaran keduanya memiliki latar belakang yang serupa.

"Sejarah menunjukkan bahwa kedua negara memiliki kesamaan dan kita pun memiliki kepentingan yang sama. Kedua negara harus berjuang keras untuk meraih kemerdekaan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Lee merinci sejumlah kesepakatan antara Indonesia dan Korsel dalam kerja sama tersebut, yang mencakup ekonomi dan inovasi, industri pertahanan, serta budaya. Seluruh poin kerja sama tersebut didasarkan pada tingkat kepercayaan yang tinggi serta eratnya kemitraan antara kedua negara selama ini.

Baca juga : Indonesia Tidak Gabung Aliansi Militer Mana Pun

Dari segi ekonomi, Lee mengatakan, akan ada banyak perusahaan Korsel yang berpartisipasi dalam sektor industri strategis nasional yang diharapkan mampu membantu Indonesia mencapai visi Indonesia Emas.

Di samping itu, Lee juga menyampaikan harapannya terhadap kerja sama investasi strategis antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang disebutnya kini telah menjelma menjadi lembaga sovereign wealth fund kelas dunia.

"Dalam kesempatan ini, saya juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan kepedulian kepada perusahaan asal Korea Selatan," jelasnya.

Baca juga : Bicara Di Tokyo Conference, Airlangga: Asia Harus Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Sementara itu, di bidang industri pertahanan, Lee mengatakan, Indonesia dan Korsel akan memperkuat kerja sama di bidang galangan kapal sehingga kedua negara dapat menjadi kekuatan maritim global. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan pengembangan pesawat tempur yang sebelumnya telah dilakukan kedua negara.

Kemudian, kedua negara juga disebutnya akan bekerja sama dalam mengintegrasikan data besar (big data) Indonesia dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Korea Selatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan melalui penguatan ekosistem AI.

"Presiden Prabowo dan saya memiliki kesamaan pandangan bahwa kebahagiaan dan kemakmuran masyarakat adalah prioritas utama di masing-masing pemerintahan kami," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.