BREAKING NEWS
 

Bahas Strategi Pertahanan, Menhan Kumpulkan Senior TNI

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 24 April 2026 16:17 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu jenderal purnawirawan TNI di Kemenhan, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Dok. Danu Arifianto/Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumpulkan para senior TNI dalam pertemuan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Pertemuan ini membahas strategi pertahanan yang berkaitan langsung dengan kepentingan nasional.

Agenda silaturahmi tersebut dihadiri 25 jenderal, baik yang masih aktif maupun purnawirawan dari tiga matra. Pertemuan dimulai sekitar pukul 09.24 WIB dan berlangsung tertutup.

Dari TNI Angkatan Darat hadir antara lain Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, serta Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Sejumlah nama lain dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara juga ikut dalam forum tersebut.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, serta KSAU Marsekal Tonny Harjono turut hadir.

Baca juga : Prabowo-PM Albanese Teleponan Sepakati Ekspor Urea 250 Ribu Ton

Sjafrie mengatakan, pertemuan ini bertujuan menyampaikan hal-hal esensial terkait strategi pertahanan kepada para sesepuh TNI.

“Saya akan menyampaikan satu hal esensial yang perlu diketahui para senior, yang berkaitan dengan strategi pertahanan,” ujar Sjafrie.

Adsense

Ia menambahkan, Panglima TNI juga akan memaparkan sejumlah hal penting yang perlu diketahui para purnawirawan.

Menurut Sjafrie, strategi pertahanan negara tidak bisa dilepaskan dari prinsip tata kelola negara. Hal tersebut berkaitan dengan konstitusi serta kepentingan nasional.

Baca juga : PM Takaichi Buka Keran Ekspor Senjata Jepang

“Strategi pertahanan tidak lepas dari prinsip tata kelola negara karena berkaitan dengan konstitusi dan kepentingan nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, TNI memiliki dua prinsip utama dalam pengabdian. Pertama, berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kedua, berpijak pada kepentingan nasional.

Sjafrie memastikan Kementerian Pertahanan dan TNI akan terus memperkuat kerja sama dalam membangun kekuatan pertahanan. Namun, tidak semua aspek dapat disampaikan ke publik karena menyangkut sensitivitas.

“Pembangunan kekuatan pertahanan memang memerlukan pembatasan dalam publikasi,” ujarnya.

Baca juga : Bertemu Macron, Prabowo Bahas Kerja Sama Pertahanan Hingga Ekonomi Kreatif

Karena itu, pertemuan dengan para purnawirawan menjadi forum untuk menyampaikan informasi secara langsung sekaligus menyerap masukan.

“Kami ingin bersilaturahmi dan mendapatkan masukan dari para senior dan purnawirawan,” kata Sjafrie.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense