Dark/Light Mode

Fondasi Ekosistem Perumahan Nasional, BTN Salurkan 6 Juta KPR Senilai Rp 530 T

Kamis, 9 April 2026 19:54 WIB
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam kegiatan media briefing di Bandung, Kamis (9/4/2026). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam kegiatan media briefing di Bandung, Kamis (9/4/2026). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sukses menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejak tahun 1976 hingga awal April 2026, dengan nilai mencapai Rp 530 triliun.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, capaian tersebut mencerminkan kontribusi berkelanjutan BTN dalam memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi ekosistem perumahan nasional.

“6 juta unit KPR merupakan refleksi dari perjalanan panjang BTN dalam membangun fondasi pembiayaan perumahan nasional,” katanya dalam kegiatan media briefing di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (9/4/2026).

Nixon mengatakan, selama hampir lima dekade, BTN tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan.

“Jumlah 6 juta rumah yang telah kami biayai mencerminkan peran BTN, dalam mendukung stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor perumahan,” ujarnya.

Baca juga : Ekonomi Membaik, Penerimaan Pajak Triwulan I-2026 Naik 20,7% Jadi Rp 394,8 T

Ke depan, sambung Nixon, BTN terus memperkuat transformasi menuju beyond mortgage, di mana BTN tidak hanya melayani pembiayaan rumah. Tetapi juga kebutuhan keuangan keluarga secara menyeluruh, mulai dari transaksi, usaha, hingga kebutuhan jangka panjang masyarakat.

“Kami juga menghadirkan inovasi pembiayaan melalui bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, sehingga nasabah dapat memperoleh solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi,” ujarnya.

Tahun 2026, BTN menargetkan penyaluran KPR sebanyak 240.950 unit pada tahun 2026, sejalan dengan komitmen untuk terus mendukung program perumahan nasional.

“Melalui penguatan ekosistem digital, inovasi berbasis keberlanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BTN akan terus menghadirkan solusi pembiayaan perumahan yang lebih inklusif, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar menyampaikan, capaian tersebut didorong oleh konsistensi BTN dalam menjaga kinerja penyaluran serta memperluas akses pembiayaan di berbagai wilayah.

Baca juga : Ungkit Pertumbuhan UMKM Dan Ekonomi Kerakyatan, BRI Berhasil Salurkan KUR Senilai Rp 31,42 Triliun Hingga Februari 2026

Permintaan terhadap hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan di sektor perumahan saat ini lebih banyak berasal dari sisi supply seperti ketersediaan lahan dan perizinan.

“BTN berupaya menjawab hal tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi, agar penyaluran KPR dapat berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Hirwandi.

Dari sisi profil debitur, mayoritas pengajuan KPR subsidi berasal dari segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp 4,9 juta per bulan, yang didominasi oleh pekerja di sektor informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, dan pelaku usaha mikro, serta sektor formal seperti aparatur sipil negara, karyawan swasta, dan pegawai kontrak.

“Hal ini menunjukkan bahwa akses pembiayaan perumahan BTN menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan dalam memperoleh hunian layak,” kata Hirwandi.

Selain melalui penyaluran KPR, BTN juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP).

Baca juga : Berkah MBG, Petani di Boyolali Bisa Salurkan Hingga 40 Kilogram Selada

Hingga Maret 2026, BTN mencatatkan realisasi penyaluran KPP dengan total plafon sekitar Rp2,17 triliun kepada lebih dari 3.291 debitur.

Secara rinci, penyaluran KPP dari sisi supply mencapai sekitar Rp1,47 triliun kepada 399 debitur yang difokuskan pada pembiayaan pengembang, kontraktor, serta penyedia bahan bangunan.

Sementara dari sisi demand, BTN menyalurkan sekitar Rp 700 miliar kepada 2.892 debitur yang dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, hingga renovasi rumah.

“Skema ini memperkuat keterhubungan antara sisi pasokan dan permintaan dalam ekosistem perumahan,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.