BREAKING NEWS
 

Reshuffle Terbatas, Prabowo Perkuat Tim Komunikasi

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Selasa, 28 April 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto melantik menteri dan wakil menteri negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle terbatas di enam posisi. Prabowo dinilai sedang memperkuat tim komunikasi karena yang menonjol dalam reshuffle kali ini, terkait sektor komunikasi pemerintah.

Siapa saja yang mengalami perombakan? Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Lalu, Jumhur Hidayat diangkat menjadi Menteri Lingkungan Hidup yang baru. 

Selanjutnya, Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Presiden (KSP) ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah. Posisi Bakom ini sebelumnya dijabat Angga Raka Prabowo yang juga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

Bakom ini merupakan perubahan dari Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) yang dibentuk di akhir kepemimpinan Presiden RI ke-7 Jokowi. Jabatan Kepala PCO sebelumnya diduduki Hasan Nasbi, konsultan politik yang juga pendiri lembaga survei Cyrus Network. Setelah Hasan dicopot pada awal September 2025, istilah PCO diganti menjadi Bakom. 

Baca juga : Dibeberkan Airlangga & Gubernur BI, Kuatnya Ekonomi RI Diakui Dunia

Menariknya, dalam reshuffle kali ini, Hasan Nasbi yang juga dikenal sebagai pengamat politik, kembali masuk dalam kabinet. Posisinya sekarang sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi. Ini jabatan baru di dalam struktur pemerintah Prabowo-Gibran. 

Sementara Dudung Abdurachman yang sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Qodari. Abdul Kadir Karding yang sebelumnya pernah dicopot sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), kini dilantik Presiden sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia. 

Pelantikan terhadap pejabat baru itu digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). 

(Dari kiri) Wakil Menko bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Kepala Badan Karantina Nasional Abdul Kadir Karding, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, dan Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi Hasan Nasbi memberikan keterangan pers usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin (27/4/2026). (Foto: Dwi Pambudo/rm.id)
Adsense

Usai pelantikan, para pejabat menyampaikan pesan Presiden terkait tugas yang diemban. Kepala Bakom Pemerintah Muhammad Qodari menjelaskan, penugasannya menjadi tantangan besar di tengah banyaknya program pemerintah yang harus dikomunikasikan ke publik.

Baca juga : Perdamaian AS-Iran Masih Maju Mundur

“Ini pelantikan ketiga bagi saya selama pemerintahan Presiden Prabowo. Tanggung jawabnya semakin besar, karena program-program pemerintah sangat banyak dan harus dijelaskan secara utuh kepada masyarakat,” jelasnya. 

Qodari menyoroti perubahan lanskap media yang kini semakin kompleks, termasuk peran media sosial yang menyerupai pers. Ia berjanji akan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar komunikasi pemerintah lebih efektif dan terintegrasi. 

Di sisi lain, Hasan Nasbi memastikan akan bersinergi dengan Bakom dan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk memperkuat penyampaian informasi sekaligus meluruskan informasi yang tidak benar. Ia menegaskan, perannya lebih pada perumusan strategi komunikasi. 

Sementara itu, Dudung Abdurachman menegaskan komitmennya mengawal pelaksanaan program prioritas pemerintah agar berjalan cepat dan tepat sasaran. Ia juga menekankan peran KSP sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat, termasuk membuka kanal pengaduan 24 jam serta melakukan evaluasi kinerja kementerian dan lembaga. 

Baca juga : Prioritaskan Kesehatan, Jemaah Diimbau Tak Memaksakan Arbain

Sedangkan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyoroti pekerjaan rumah di sektor lingkungan, terutama persoalan sampah dan penyesuaian kebijakan dengan standar global. Ia berharap isu lingkungan dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat. 

Apa makna dari reshuffle terbatas ini? Pengamat politik dari Indonesia Political Review Iwan Setiawan memberikan analisis. Kata dia, reshuffle ini menunjukkan penataan ulang strategi komunikasi pemerintah. Selama ini, salah satu kelemahan dari pemerintah pada sektor komunikasi publik. 

Padahal, komposisi tim komunikasi sangat menentukan citra dan penerimaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya dengan menggeser Qodari sebagai Kepala Bakom dan menunjuk Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi, ada upaya dari Prabowo dalam memperbaiki citra pemerintah. 

"Pergantian ini untuk meningkatkan efektivitas komunikasi pemerintah, sekaligus meredam potensi polarisasi di masyarakat," pungkasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense