RM.id Rakyat Merdeka - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monas dipastikan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.
Ketua Panitia May Day 2026 sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, peringatan May Day tahun ini menjadi momen bersejarah.
Baca juga : NASA Perbarui Jadwal Misi ISS 2026: Cek Perubahan Misi SpaceX Dan Boeing
Hal ini karena mampu menghimpun massa besar tanpa menimbulkan gangguan keamanan. Total ada 400 ribu massa yang ikut May Day. Seluruh rangkaian kegiatan pun berjalan tertib hingga selesai.
Andi Gani juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran kabinet, dan pimpinan DPR Sufmi Dasco Ahmad yang hadir dan memberikan respons atas berbagai aspirasi buruh.
Baca juga : Hadiri May Day 2026, Gerindra: Prabowo Presiden Kaum Buruh
Beberapa isu yang disoroti di antaranya terkait outsourcing, beasiswa LPDP bagi buruh, serta berbagai kebijakan ketenagakerjaan lainnya yang disebut telah mendapat perhatian langsung dari Presiden.
"Kami percaya Presiden akan menepati janji-janjinya kepada buruh," kata Andi Gani dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca juga : May Day 2026: Kejati Sumut Komitmen Kawal Hak Buruh dan Hubungan Industrial
Lebih lanjut, Andi Gani menegaskan komitmen serikat buruh untuk mengawal proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
"Kami akan memastikan proses penyusunan RUU ini berjalan sesuai kepentingan buruh," ujar Andi Gani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.