RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mulai menjajaki kerja sama dengan Laos di sektor industri pupuk. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan bahan baku impor.
Penjajakan kerja sama itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dengan Wakil Perdana Menteri Laos Thongsavan Phomvihane di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf mengatakan, salah satu agenda utama yang dibahas adalah peluang investasi PT Pupuk Indonesia di Laos.
“Salah satu topik utama yang dibahas memang kemungkinan PT Pupuk Indonesia berinvestasi di Laos,” ujar Aminuddin usai mendampingi Wapres.
Baca juga : Revitalisasi 809 Sekolah di NTT Dimulai, Perkuat Pendidikan Wilayah Timur
Kerja sama ini dinilai strategis karena kedua negara memiliki potensi yang saling melengkapi. Laos memiliki cadangan potas yang besar, sementara Indonesia membutuhkan bahan baku tersebut untuk produksi pupuk.
Saat ini, Indonesia masih mengimpor potas dari Laos dengan nilai sekitar 60 juta dolar AS per tahun. Kondisi ini mendorong pemerintah mencari solusi jangka panjang melalui investasi langsung.
“Untuk mengurangi ketergantungan bahan baku, salah satu peluang yang dijajaki adalah pendirian pabrik pupuk di Laos,” kata Aminuddin.
Ia menjelaskan, langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok industri pupuk nasional.
Baca juga : RIāJepang Teken DCA, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Di Tengah Gejolak Global
Wapres juga mendorong agar rencana kerja sama segera ditindaklanjuti secara konkret. Fokusnya pada mekanisme pasokan bahan baku, investasi, serta skema perdagangan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Selain sektor pupuk, kedua negara juga membuka peluang kerja sama di bidang lain. Di antaranya infrastruktur melalui BUMN Karya, sektor pertambangan, hingga pertahanan.
Namun, seluruh rencana masih dalam tahap awal. Pemerintah akan melanjutkan pembahasan teknis dengan melibatkan kementerian dan BUMN terkait.
“Ini baru pertemuan pertama. Ke depan akan ada pertemuan lanjutan dengan melibatkan BUMN-BUMN terkait,” ujar Aminuddin.
Baca juga : Prabowo Pangkas Harga Pupuk 20 Persen Untuk Petani di Tengah Krisis Global
Pemerintah berharap kerja sama ini dapat memperkuat peran Indonesia dalam sektor pangan regional. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.