BREAKING NEWS
 

Rachmat Gobel Apresiasi SPPG Libuo Yang Dinilai Bersih Dan Rapi

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 6 Mei 2026 13:40 WIB
Anggota DPR Rachmat Gobel meninjau SPPG Libuo di Kota Gorontalo, Rabu (6/5/2026). Gobel mengapresiasi kebersihan dan penerapan SOP Program Makan Bergizi Gratis.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR dari daerah pemilihan Gorontalo, Rachmat Gobel mengapresiasi pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Libuo, Dungingi, Kota Gorontalo. Menurutnya, fasilitas tersebut sudah tertata rapi, bersih, dan menjalankan prosedur operasional dengan baik.

“Semua tertata rapi, bersih, dan mengikuti semua prosedur yang ditetapkan BGN,” kata Gobel saat meninjau SPPG Libuo, Rabu (6/5/2026).

Dalam kunjungan itu, Gobel berkeliling melihat langsung dapur, ruang penyimpanan food tray, ruang pimpinan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Ia juga memperhatikan standar kebersihan yang diterapkan di lokasi.

Menurut Gobel, penerapan standar kesehatan dan kebersihan harus terus diperkuat karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyangkut kualitas generasi masa depan.

Karena itu, dia meminta seluruh prosedur operasional dijalankan secara disiplin untuk mencegah masalah kesehatan maupun penurunan kualitas makanan.

“Kami harus memastikan semua berjalan dengan baik dan benar. Saya meminta kepada BGN, SPPG, dan pemerintah daerah agar benar-benar melaksanakan semua prosedur dan ketentuan,” ujarnya.

Anggota DPR Rachmat Gobel berbincang dengan pengelola saat meninjau SPPG Libuo, Kota Gorontalo, Rabu (6/5/2026). Ia meminta standar kebersihan dan pengawasan MBG terus diperkuat.

Baca juga : Johnathan Pereira Makin Bersinar Bareng Dewa United

Dalam kesempatan itu, Gobel juga menyumbangkan mesin penjernih air agar kualitas air yang digunakan semakin steril. Namun, dia menyarankan agar SPPG menambah blower di pintu masuk agar setiap orang yang masuk area produksi makanan dibersihkan terlebih dahulu dari debu.

“Indonesia ini, apalagi di Gorontalo, banyak debu. Jadi perlu lebih steril lagi dari debu,” katanya.

Menurut Gobel, standar tersebut diterapkan pula di pabrik industri kuliner Chateraise yang dimilikinya. Ia juga meminta dinas terkait terus melakukan pengawasan terhadap kebersihan, kesehatan, dan pengolahan limbah di setiap SPPG.

Selain itu, Gobel mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menempatkan ahli gizi, kepala dapur, dan akuntan untuk memastikan standar operasional berjalan baik. Meski begitu, dia mengingatkan agar SOP terus diperbarui dan dijalankan secara konsisten.

“Kritik dari masyarakat adalah masukan. Jangan dijadikan sebagai bentuk kebencian atau ketidaksukaan,” katanya.

Adsense

Menurut Gobel, Program MBG merupakan program besar yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca juga : Buruh Apresiasi Perayaan May Day, Berharap Aspirasi Didengar Presiden

“Ini menyangkut masa depan generasi penerus kita. Sumber daya manusia harus dimulai dari asupan gizi, kecukupan asupan, dan proses belajar mengajar yang baik dan benar,” ujarnya.

Karena itu, dia menilai pengawasan dari masyarakat juga penting agar program berjalan sehat dan berkualitas.

“Lihat substansinya, perbaiki diri, dan tanggapi secara terukur dan positif. Kita semua ingin Indonesia yang berkualitas dan maju,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Libuo Siti Riani Claurenza Polontalo menjelaskan, saat ini SPPG tersebut melayani 927 porsi makanan bergizi gratis untuk tiga taman kanak-kanak dan empat sekolah dasar di Kelurahan Libuo dan Tuladenggi. Ke depan, kapasitas pelayanan akan ditingkatkan menjadi 1.987 porsi untuk empat TK dan enam SD.

“Mereka bekerja dari tengah malam. Proses masak selesai pukul lima pagi dan pukul tujuh makanan sudah siap didistribusikan,” ujar Siti.

Menurut dia, seluruh pekerja diwajibkan menjaga sterilitas area produksi makanan. Setiap orang yang masuk harus mengenakan masker dan penutup kepala.

Baca juga : 16 Orang Meninggal, 48 Orang Masih Dirawat

Toilet dan musala juga ditempatkan di gedung terpisah untuk menjaga kebersihan area dapur.

SPPG Libuo memiliki 30 pekerja yang terbagi dalam beberapa bagian. Mulai dari persiapan, pengolahan makanan, pemorsian, distribusi, pencucian food tray, keamanan, kebersihan, hingga asisten lapangan.

Siti menambahkan, pengawasan dari pemerintah daerah juga dilakukan secara rutin. Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo yang selama ini melakukan supervisi terkait kesehatan, kebersihan, dan pengolahan limbah.

Menurut Siti, pengawasan tersebut penting untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat.

Saat ini, di Provinsi Gorontalo terdapat 89 SPPG yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense