Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Update Korban Kecelakaan Kereta Api Bekasi
16 Orang Meninggal, 48 Orang Masih Dirawat
Kamis, 30 April 2026 08:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Korban meninggal dalam kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, tambah lagi. Berdasarkan data terbaru, korban meninggal berjumlah 16 orang, sementara 48 orang masih menjalani perawatan.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba menyampaikan, berdasarkan data terakhir, total korban akibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam mencapai 107 orang. Rinciannya: 16 korban meninggal dunia dan 91 korban luka-luka. Dari total korban luka, sebanyak 43 penumpang diperbolehkan pulang, sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Anne, Rabu (29/4/2026).
KAI memastikan bertanggung jawab penuh terhadap para korban, mulai dari penanganan medis hingga asuransi. Untuk korban meninggal dunia, ahli waris menerima santunan dari Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta, ditambah santunan dari Jasaraharja Putera sebesar Rp 40 juta.
Baca juga : Total Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Kini 107: 16 Meninggal, 91 Luka
Sedangkan korban luka-luka dijamin biaya perawatan hingga maksimal Rp 20 juta dari Jasa Raharja, serta tambahan jaminan hingga Rp 30 juta dari Jasaraharja Putera.
KAI juga memastikan barang milik korban yang ditemukan di lokasi akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap. Untuk mendukung kebutuhan informasi, posko disiagakan di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir.
Di sisi operasional, pemulihan layanan dilakukan bertahap. Uji coba lintas Bekasi–Cikarang telah dilakukan dengan aman. Pada Rabu (29/4/2026) pukul 11.55 WIB, rangkaian uji coba CL-125.4008 melintas di Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian dari pengujian kesiapan prasarana.
“Uji coba ini penting untuk memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan,” jelas Anne.
Baca juga : Kecelakaan Kereta Di Bekasi Disorot Media Asing
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembukaan kembali layanan. Menurut Dudy, saat ini tengah dilakukan proses clearance oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Jika proses tersebut rampung, layanan KRL dari Cikarang dan Bekasi Timur akan segera dibuka kembali.
“Apabila sudah ada clearance dari KNKT, kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek,” kata Dudy.
Ia juga mengungkapkan rencana penyerahan pengelolaan prasarana perkeretaapian kepada KAI. Dengan skema ini, Kementerian Perhubungan akan berperan sebagai regulator, sementara pengelolaan teknis berada di tangan operator.
Proses Hukum Naik Penyidikan
Hingga Rabu (29/4/2026), penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto menyebut, proses hukum telah naik ke tahap penyidikan.
Baca juga : Jasaraharja Putera Beri Santunan Korban Tabrakan KA Bekasi Hingga Rp150 Juta
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi dan barang bukti,” ujarnya.
Polisi juga akan memeriksa sopir taksi serta masinis kereta untuk mengungkap kronologi dan tanggung jawab. Berdasarkan hasil sementara, kecelakaan bermula dari taksi yang mogok di perlintasan tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Kendaraan tersebut tertemper KRL dan menyebabkan rangkaian KRL jadi tertahan. Naasnya, KRL tersebut malah ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari belakang.
Perlintasan tersebut diketahui tidak dilengkapi palang resmi, melainkan palang buatan warga. Hasil awal analisis Korlantas Polri dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA) menunjukkan KA Argo Bromo Anggrek melaju dengan kecepatan sekitar 110 km/jam sebelum tabrakan terjadi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya