Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rachmat Gobel: Jepang Tidak Basa-Basi Berinvestasi Di Indonesia
Kamis, 2 April 2026 19:54 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang Rachmat Gobel menegaskan Jepang serius merealisasikan investasi di Indonesia. Ia menilai komitmen tersebut bukan sekadar formalitas diplomasi dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.
“Ini bukan basa-basi dan formalitas diplomasi karena kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang. Tantangannya adalah di tingkat pelaksana lapangan,” kata Gobel, dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan Gobel menanggapi penandatanganan 10 memorandum of understanding antara Indonesia dan Jepang di Tokyo. Nilai kerja sama tersebut mencapai 22,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 384 triliun.
Sepuluh MoU tersebut mencakup berbagai sektor strategis. Di antaranya kerja sama Kaltim Methanol Industry dengan PT Pupuk Kalimantan Timur terkait produksi methanol berbasis emisi CO2 di Bontang. Selain itu, kerja sama antara Inpex dengan Pertamina dalam pengembangan lapangan gas abadi di Blok Masela.
Baca juga : Prabowo Ke Pengusaha Jepang: Jika Ada Kendala Investasi, Lapor Langsung Ke Saya
Ada pula nota kesepahaman antara Inpex dengan Pertamina Hulu Energi untuk peluang kemitraan sektor hulu migas di Indonesia dan Asia Tenggara. Di sektor teknologi, kerja sama dilakukan antara Hayashi Kinzoku Co Ltd dengan PT Eblo Teknologi Indonesia Development terkait pengembangan ekosistem semikonduktor dan kecerdasan buatan.
Kerja sama lainnya meliputi proyek panas bumi Rajabasa antara Inpex dan PT Supreme Energy Rajabasa, ekosistem emas dan inklusi keuangan antara PT Bank SMBC Indonesia dan PT Pegadaian, hingga kemitraan kecantikan antara 2Way World dan PT Nose Herbal Indo.
Selain itu, terdapat kerja sama Mandiri Aviation Leasing Fund antara SMBC Aviation Capital, Danantara, dan Mandiri Investment Management. Kemudian kerja sama antara JETRO dan Danantara Investment Management serta antara Kadin Jepang dan Kadin Indonesia di bidang perdagangan dan investasi.
Meski demikian, muncul pandangan bahwa sebagian besar MoU tersebut merupakan proyek lama yang belum sepenuhnya berjalan. Proyek baru disebut hanya sebagian kecil.
Baca juga : Resmi Diluncurkan, Sentra Lamongan Buka Peluang Investasi di Timur Indonesia
Menanggapi hal itu, Gobel menegaskan Jepang tetap bersungguh-sungguh untuk merealisasikan seluruh kesepakatan tersebut. Ia menilai pernyataan Presiden Prabowo terkait jaminan kepastian dan kenyamanan investasi menjadi faktor penting bagi investor Jepang.
“Para pengusaha Jepang langsung bertepuk tangan. Itu yang mereka tunggu, karena hambatannya adalah di lapangan,” ujarnya.
Gobel menekankan pentingnya peran pemerintah pusat dan daerah dalam mempermudah investasi, termasuk melalui penyesuaian regulasi yang mendukung.
“Apalagi dalam situasi global yang sedang bergerak mengikuti kondisi yang dinamis,” katanya.
Baca juga : Ragam Kuliner Nusantara Tersaji dalam Bazaar Produk UMKM Indonesia di London
Ia optimistis sejumlah proyek besar seperti Blok Masela dan kerja sama dengan Mandiri Investment akan terealisasi.
Gobel juga menyoroti pertemuan Presiden dengan para CEO perusahaan besar Jepang seperti JBIC, Mitsubishi, Mitsui, Tokyo Gas, Marubeni, Sumitomo, Sojitsu, Toyota, Panasonic, Inpex, dan Takeda, serta pimpinan asosiasi bisnis Jepang, Keidanren.
“Mereka adalah para pengambil keputusan sehingga diharapkan bisa lebih konkret, sehingga tepat bertemu dengan Pak Rosan,” ujar Gobel.
Ia menambahkan, peran Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menjadi penting dalam mengawal implementasi investasi tersebut agar berjalan efektif di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya