RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia kini semakin dihormati di ASEAN setelah berhasil mencapai swasembada pangan. Di tengah ketidakpastian global, Prabowo menyebut, banyak negara panik soal pangan, sedangkan Indonesia tidak.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Prabowo tiba di Gorontalo usai melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Di Gorontalo, Prabowo meresmikan, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya. Di hadapan masyarakat dan nelayan, ia menegaskan, komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat sektor kelautan nasional.
“Kita ingin semua nelayan di Indonesia kehidupannya tambah baik. Penghasilannya harus tambah. Saya ingin nelayan-nelayan kita sejahtera,” ujar Prabowo disambut tepuk tangan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meninjau, langsung fasilitas pendukung aktivitas nelayan, seperti pabrik es dan cold storage yang dibangun untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan.
Baca juga : Soal Hantavirus, WHO Pastikan Bukan Covid Baru
Menurut Prabowo, sektor perikanan dan kelautan akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi masa depan Indonesia melalui pengembangan konsep blue economy.
“Dunia sekarang sangat memerlukan ikan sebagai sumber protein. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung hasil kunjungannya menghadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Ia menyebut, Indonesia kini semakin dihormati di kawasan Asia Tenggara karena berhasil mencapai swasembada pangan.
“Kita baru saja dari Filipina menghadiri KTT ASEAN. Di sana kita sangat dihormati karena kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, swasembada jagung. Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan. Indonesia berada dalam posisi kuat di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global. “Banyak negara panik, kita tidak panik. Sebentar lagi kita swasembada BBM. Kita tidak akan impor BBM lagi,” tegasnya.
Baca juga : Temui Jokowi, Wamentan Lapor Petani Kini Happy
Prabowo menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan alam besar yang harus dikelola secara baik, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
“Kalau kita malas, kalau pemimpinnya tidak jujur, maka kekayaan kita akan diambil bangsa lain,” pungkasnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Indonesia telah mencapai swasembada beras pada 2026 dengan tingkat impor yang kini mencapai nol persen. Menurut Amran, capaian tersebut didukung data dari sejumlah lembaga independen nasional maupun internasional.
“Dulu kami janji empat tahun swasembada. Alhamdulillah empat tahun berubah menjadi satu tahun. Tahun ini sudah swasembada, dan bukan kata saya. Itu kata BPS, FAO, dan USDA Amerika Serikat,” ujar Amran dalam pemaparannya di hadapan 118 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia, Rabu (6/5/2026).
Amran menjelaskan, beras masih menjadi indikator utama swasembada pangan karena mendominasi konsumsi masyarakat Indonesia. Karena itu, keberhasilan menjaga produksi dan stok beras dinilai sangat menentukan ketahanan pangan nasional.
Baca juga : Pengawasan Fasilitas Arafah Diperketat
Menurut Amran, stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, jauh di atas capaian tahun 1984 pada era Presiden Soeharto yang mencapai sekitar 2,7 juta ton. “Ini tertinggi sejak republik ini merdeka,” ujarnya.
Selain beras, kata dia, sejumlah komoditas lain juga telah mencapai swasembada, seperti cabe besar, cabe rawit, jagung, dan ayam. Sementara itu, komoditas yang masih diimpor antara lain bawang putih, kedelai, dan daging.
Lebih lanjut, Amran mengungkapkan, visi pemerintah ke depan adalah mewujudkan swasembada pangan di seluruh pulau di Indonesia agar distribusi pangan lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.