RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah hamparan kebun sayur yang hijau, Bayu Sudrajat (43 tahun) memulai aktivitasnya seperti biasa.
Sudah hampir tiga dekade, sejak 1996, ia menggantungkan hidup dari bertani sayur. Namun belakangan, ada perubahan yang benar-benar ia rasakan.
Harga sayuran membaik, hasil panen lebih cepat terjual, dan penghasilan keluarga menjadi lebih stabil sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya lebih enak sekarang. Kalau pokcoy dulu biasa jual Rp7.000, sekarang bisa sampai Rp14.000-Rp15.000,” ujar Bayu di perkebunan sayur Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (1/6/2026).
Bukan hanya pokcoy. Menurut Bayu, komoditas lain seperti daun bawang juga mengalami kenaikan harga yang cukup baik.
“Dengan adanya MBG, sekarang sudah naik. Daun bawang juga sudah naik. Sekarang melonjak bagus,” katanya.
Baca juga : Percepatan Penanganan Sampah, DPRD Jakarta Dorong Penguatan Di Sektor Hulu
Bagi petani kecil seperti Bayu, perubahan terbesar bukan hanya soal harga, tetapi juga kemudahan menjual hasil panen.
Dulu, ia harus membawa sayuran ke pasar besar dengan biaya dan tenaga tambahan. Kini, pembeli justru datang langsung ke kebun.
“Lebih mudah juga jualnya. Kalau dulu kan harus ke pasar. Nah, selama ada MBG sekarang, banyak yang ngambil di kebun juga. Jadi, tidak harus ke pasar,” kata dia.
Bayu bercerita para petani sempat mengeluh sebelum program MBG berjalan. Harga tidak menentu, penjualan lambat, sementara biaya produksi terus berjalan.
Kini, menurutnya, keadaan mulai berubah dan membaik. Tambahan penghasilan itu bukan sekadar angka.
Dari hasil kebun, ia bisa membantu kebutuhan keluarga, membayar biaya sekolah anak, hingga memutar kembali modal untuk menanam.
Baca juga : Dinkes Perkuat Pengawasan & Siapkan Tim Gerak Cepat
“Ya, untuk keluarga. Untuk biaya sekolah juga kan. Separuh buat modal, kembali lagi ke kebun,” tuturnya.
Tambahan untuk sekolah anak
Rasa syukur yang sama juga dirasakan Sidik, petani sayur lainnya di Cipanas. Ia mengaku penghasilannya meningkat dan hasil panen kini lebih cepat terserap pasar.
“Sudah ada MBG, Alhamdulillah peningkatan sayuran naik. Penghasilan sekarang naik,” ujar Sidik.
Baginya, peningkatan pendapatan sangat berarti untuk keberlangsungan keluarga. “Penghasilannya buat sekolah anak, buat keluarga, alhamdulillah,” katanya.
Sidik menilai program MBG memberi manfaat nyata bagi petani karena distribusi hasil panen menjadi lebih cepat dan pasti. “Bermanfaat sekali, penjualan hasil makin cepat,” ujarnya.
Di tengah aktivitas Bayu dan Sidik merawat kebun. Mereka turut menyampaikan harapan dan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, agar kondisi yang mulai membaik ini bisa terus berlanjut.
Baca juga : Nailul Huda: MBG Harus Dievaluasi Dan Diubah Sistemnya
Bagi mereka, hasil panen yang terserap dengan baik bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menjaga dapur tetap menyala dan masa depan anak-anak tetap berjalan.
“Terima kasih buat Bapak Presiden sudah mengadakan program MBG ini. Alhamdulillah saya jadi terbantu sebagai petani,” kata Sidik.
Sementara Bayu menambahkan, “Dengan adanya MBG, petani lebih enak dan sejahtera.”
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.