Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Perang Iran Dongkrak Harga Energi, Laba Shell Tembus Rp 119 Triliun
Kamis, 7 Mei 2026 19:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perusahaan minyak dan gas multinasional asal Inggris, Shell melaporkan laba tiga bulan pertama tahun 2026 sebesar 6,9 miliar dolar AS atau Rp 119,27 triliun. Kenaikan yang nyaris seperempat lebih tinggi atau melonjak 1,3 miliar dolar AS atau Rp 22,49 triliun dibanding tahun lalu ini, didorong oleh gejolak besar harga minyak akibat perang Iran serta kenaikan harga bensin dan bahan bakar jet.
Keuntungan dari kilang perusahaan, yang mengolah minyak mentah menjadi produk seperti solar dan bensin, mencapai sekitar 2 miliar dolar AS atau Rp 34,6 triliun.
Baca juga : AI Prediksi Lukisan Denny JA Diberkati Paus Harganya Tembus Rp 34 M
Seperti British Petroleum (BP) yang pekan lalu melaporkan keuntungan kuartal pertama yang meningkat dua kali lipat, para trader Shell juga mampu meraih keuntungan dari perubahan besar harga minyak — yang dikenal sebagai volatilitas — dengan memprediksi arah pergerakan harga secara akurat.
“Shell mencatat hasil yang kuat… dalam kuartal yang ditandai gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar energi global,” kata CEO Shell, Wael Sawan dalam laporan pendapatan perusahaan, seperti dikutip CNN International, Kamis (7/5/2026).
Baca juga : Laba Bersih BRI Melesat 13,7% Jadi Rp15,5 Triliun Di Triwulan I 2026
Shell mengatakan, total produksi minyak dan gasnya sedikit menurun dibanding kuartal keempat tahun lalu. Terutama, karena dampak konflik Timur Tengah terhadap volume produksi di Qatar.
Sementara itu, kelompok kampanye End Fuel Poverty Coalition kembali menyerukan penerapan pajak keuntungan berlebih (windfall tax) terhadap perusahaan minyak untuk membantu menutupi kenaikan tagihan energi rumah tangga akibat perang Iran.
Baca juga : Kadin: Ekonomi Halal Berpotensi Tembus Hingga 8 Triliun Dolar AS
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya