BREAKING NEWS
 

Jemaah Disabilitas Apresiasi Terobosan Pelayanan Haji

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Minggu, 7 Juni 2026 09:16 WIB
Pengurus Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Barat Ipan Hidayatulloh (kiri) dan Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalsel, Dr. M. Anshari. (Foto: MCH 2026)

Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi dari Tanah Suci, Makkah

RM.id  Rakyat Merdeka - Penyelenggaraan ibadah haji 2026 mendapatkan apresiasi dari kalangan penyandang disabilitas. Berbagai layanan yang dinilai semakin inklusif membuat jamaah berkebutuhan khusus dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan mandiri.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Selatan, Dr. M. Anshari, S.Th.I., M.HI., C.SM, serta Pengurus Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Barat, Ipan Hidayatulloh. Keduanya merupakan jamaah haji tahun ini yang merasakan langsung pelayanan selama berada di Tanah Suci.

Anshari menilai penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan perempuan. Menurutnya, berbagai fasilitas yang disiapkan sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah mencerminkan komitmen kuat Pemerintah untuk menghadirkan layanan yang inklusif.

Dia mengatakan aksesibilitas yang tersedia selama proses penyelenggaraan haji sangat membantu jamaah berkebutuhan khusus dalam menjalankan ibadah. Kemudahan tersebut dirasakan mulai dari asrama haji, akomodasi hotel, layanan transportasi, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.

“Sebagai penyandang disabilitas dan jamaah haji, saya merasakan langsung bagaimana aksesibilitas yang disediakan Pemerintah sangat membantu. Mulai dari asrama haji, hotel, transportasi, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya telah memberikan kemudahan bagi jamaah disabilitas dan lansia dalam menjalankan ibadah,” ujarnya.

Baca juga : Tata Kelola MBG Diperbaiki, Anggaran Efektif & Efisien

Menurutnya, keberhasilan layanan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi. Kerja sama kedua negara dinilai berhasil menghadirkan lingkungan ibadah yang lebih ramah bagi seluruh jamaah tanpa terkecuali.

Anshari juga memberikan perhatian khusus terhadap kinerja petugas haji yang dinilainya memiliki peran besar dalam mendukung kenyamanan jamaah disabilitas. Sikap petugas yang responsif dan memahami kebutuhan jamaah membuat layanan yang diberikan terasa lebih manusiawi.

Dia mengaku melihat secara langsung bagaimana petugas haji memberikan bantuan dengan penuh kesabaran, kesopanan, dan keramahan. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi faktor penting yang membuat jamaah disabilitas merasa lebih percaya diri dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.

Meski demikian, Anshari menilai masih terdapat ruang perbaikan untuk penyelenggaraan haji pada masa mendatang. Salah satu hal yang dianggap penting adalah penyempurnaan sistem pendataan jamaah penyandang disabilitas dan lansia.

Menurutnya, data yang lebih rinci dan akurat akan membantu petugas dalam memetakan kebutuhan masing-masing jamaah sehingga layanan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. Pendataan tersebut juga penting untuk mengidentifikasi jamaah yang membutuhkan pendampingan khusus selama berada di Tanah Suci.

Dia mengusulkan agar calon jamaah penyandang disabilitas memiliki dokumen atau keterangan khusus yang dapat digunakan sebagai dasar penyediaan fasilitas pendukung. Dengan demikian, kebutuhan spesifik setiap jamaah dapat diketahui sejak awal keberangkatan.

Baca juga : Dari Lapangan Hijau Ke Diplomasi

Selain itu, Anshari juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap jamaah lansia yang mengalami demensia atau gangguan daya ingat. Menurutnya, kelompok tersebut membutuhkan pengawalan dan pendampingan yang lebih intensif agar dapat menjalankan ibadah dengan aman.

Dia turut mendorong penyediaan layanan tambahan berupa tenaga pendamping profesional maupun guru bahasa isyarat bagi jamaah penyandang disabilitas sensorik. Kehadiran layanan tersebut diyakini akan semakin memperkuat konsep haji yang inklusif.

Apresiasi serupa disampaikan Pengurus Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Barat, Ipan Hidayatulloh. Sebagai penyandang tunanetra yang berkesempatan menunaikan umrah dan haji tahun ini, dia mengaku merasakan langsung manfaat dari berbagai layanan yang disediakan penyelenggara.

Menurutnya, koordinasi yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah bersama berbagai pihak terkait telah menghasilkan penyelenggaraan haji yang berjalan baik dan memberikan kemudahan bagi jamaah disabilitas.

Dia menuturkan bahwa dukungan petugas dan penyelenggara membuat jamaah penyandang disabilitas dapat mengikuti seluruh tahapan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman. Kondisi tersebut sekaligus meningkatkan rasa percaya diri jamaah dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah.

Ipan juga menyoroti terbitnya Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 28 Tahun 2025 yang mengatur pelayanan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, regulasi tersebut merupakan langkah penting yang telah lama dinantikan komunitas disabilitas di Indonesia.

Baca juga : Pesan Keras Prabowo ke Pejabat: Jangan Main-main dengan Layanan Publik

Dia menyebut kehadiran aturan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat perlindungan serta menjamin pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk dalam pelayanan publik dan penyelenggaraan ibadah haji.

Meski telah memberikan apresiasi terhadap lahirnya regulasi tersebut, Ipan berharap kebijakan itu tidak berhenti pada tataran administratif semata. Menurutnya, implementasi yang konsisten di lapangan menjadi kunci agar manfaat regulasi benar-benar dirasakan masyarakat.

Dia juga menekankan pentingnya sosialisasi yang luas kepada seluruh penyandang disabilitas di Indonesia. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengetahui berbagai hak dan fasilitas yang tersedia berdasarkan regulasi tersebut.

Di akhir keterangannya, Ipan menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah, Kementerian Haji Republik Indonesia, petugas haji, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Senada dengan itu, Anshari juga menyampaikan terima kasih atas berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan perempuan.

Keduanya berharap berbagai kemajuan yang telah dicapai tidak berhenti sampai di sini. Aksesibilitas yang semakin baik, sikap inklusif petugas, pendataan yang lebih akurat, serta implementasi regulasi yang konsisten dinilai menjadi fondasi penting untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang benar-benar ramah bagi seluruh jamaah tanpa terkecuali. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense