RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen memperkuat sektor persusuan nasional guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan produksi susu dalam negeri, sekaligus mendorong konsumsi susu masyarakat.
Wakil menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, susu merupakan salah satu sumber protein hewani terbaik yang berperan penting mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak.
Oleh karena itu, penguatan sektor persusuan menjadi bagian penting dalam mendukung tujuan MBG untuk menyiapkan generasi indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing menuju indonesia emas 2045.
Menurutnya, pembangunan sektor persusuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia indonesia.
Baca juga : Kaesang Nobar Timnas Indonesia Vs Oman dengan Gubernur Sumsel
Dalam konteks tersebut, pemerintah kini fokus pada dua agenda utama, yakni meningkatkan produksi susu nasional dan mendorong konsumsi susu masyarakat, terutama di kalangan anakanak. “Yang pertama bagaimana meningkatkan produksi susu dengan lebih banyak sapi perah yang kita datangkan. Yang kedua meningkatkan konsumsi susu per kapita, khususnya untuk anakanak kita,” ujar Sudaryono dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).
Dari sisi produksi, Sudaryono mengakui tantangan terbesar indonesia saat ini adalah terbatasnya jumlah sapi indukan, terutama sapi perah. meski teknologi reproduksi dan ketersediaan bibit sudah memadai, jumlah ternak hidup masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
“Kita ini kurang sapi induknya. Kalau sperma, kemudian bank spermanya kita sudah punya banyak. Baik untuk daging maupun susu, yang kurang itu adalah sapi hidupnya. memang mesti kita datangkan,” katanya.
Melihat kondisi itu, pemerintah terus mendorong investasi swasta dan BUMN mendatangkan sapi perah dari berbagai negara. Sejumlah komitmen investasi bahkan telah berjalan dengan skala ribuan hingga puluhan ribu ekor.
Baca juga : Pemulangan Perdana Haji Indonesia Dimulai 1 Juni
“Indonesia sudah bekerja sama dengan banyak negara, seperti Australia, Brazil, Selandia Baru, Denmark, dan negara-negara Eropa lainnya. Bentuknya investasi. Jadi negara tidak mengeluarkan APBN untuk membeli sapi. Yang kita lakukan adalah memberikan kemudahan berusaha, perizinan, dan berbagai insentif,” bebernya.
Sudaryono menambahkan, pengembangan sapi perah sebaiknya dilakukan di wilayah yang memiliki iklim sesuai, terutama daerah dataran tinggi dengan suhu relatif sejuk, seperti Lembang, Boyolali, Baturraden, Pasuruan, dan Blitar.
Selain itu, Pemerintah juga tengah menjajaki pengembangan sapi perah tropis dari Brasil yang dinilai lebih adaptif terhadap iklim indonesia.
Dari sisi konsumsi, politisi Partai Gerindra itu menyebut gagasan memperkuat konsumsi susu telah lama menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Jauh sebelum menjabat sebagai Presiden maupun menteri Pertahanan, Prabowo telah menggagas Gerakan Revolusi Putih yang mendorong pemenuhan gizi masyarakat melalui konsumsi susu.
Baca juga : Pemerintah Cetak SDM Manufaktur Berdaya Saing
“Saat masih mengelola Gerindra, kami membuat Gerakan Revolusi Putih. Jadi memang sudah lama perhatian terhadap susu dan gizi masyarakat ini,” ujarnya.
Karena itulah, Sudaryono meyakini konsumsi susu dalam negeri akan meningkat seiring pelaksanaan program MBG. Apalagi, sebagai anak petani asal Grobogan, Jawa tengah, dia mengaku merasakan langsung manfaat konsumsi susu sejak usia muda.
“Ingat, ada satu kelebihan, yaitu adanya captive market bernama MBG. Saya optimistis sektor persusuan indonesia akan berkembang jauh lebih cepat ke depan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.