Dark/Light Mode

Jaga Keselamatan Perjalanan

KCIC Turunkan 3.333 Layang-layang di Sekitar Jalur Whoosh

Kamis, 23 Juli 2026 16:04 WIB
Patroli dan sosialisasi bahaya layang-layang oleh petugas KCIC kepada anak-anak di sekitar jalur Whoosh. (Foto: Dok. KCIC)
Patroli dan sosialisasi bahaya layang-layang oleh petugas KCIC kepada anak-anak di sekitar jalur Whoosh. (Foto: Dok. KCIC)

RM.id  Rakyat Merdeka - KCIC terus mengintensifkan patroli dan pengamanan di sepanjang jalur Kereta Cepat Whoosh sebagai upaya menjaga keselamatan perjalanan. Sepanjang tahun 2026, petugas KCIC telah berhasil menurunkan dan mengamankan sebanyak 3.333 layang-layang yang diterbangkan di sekitar jalur operasional Whoosh. 

Aktivitas penertiban meningkat pada Juni dengan tercatat 1.395 layang-layang diamankan seiring meningkatnya aktivitas bermain layang-layang selama periode libur sekolah. Sebagian besar penertiban dilakukan di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung, yang menjadi kawasan dengan aktivitas bermain layang-layang paling tinggi di sekitar jalur Whoosh.

Layang-layang maupun benangnya memiliki potensi membahayakan operasional kereta cepat apabila tersangkut pada jaringan listrik aliran atas yang menjadi sumber pasokan listrik bagi Whoosh. Gangguan pada jaringan tersebut dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran perjalanan. Oleh karena itu, KCIC secara rutin melakukan patroli dan penertiban sebagai langkah pencegahan sebelum layang-layang menimbulkan dampak terhadap operasional.

Baca juga : Masih Saling Serang, Perdamaian AS-Iran Hanya Di Atas Kertas

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, keselamatan perjalanan Whoosh merupakan prioritas utama KCIC. Untuk itu, KCIC secara konsisten memperkuat patroli, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat, terutama pada periode ketika aktivitas tersebut meningkat.

"Data penertiban menunjukkan bahwa aktivitas bermain layang-layang masih cukup tinggi di sejumlah wilayah di sekitar jalur Whoosh. Karena itu, kami terus meningkatkan patroli, sosialisasi, dan penertiban sebagai langkah pencegahan agar tidak mengganggu operasional kereta cepat. Keselamatan perjalanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh masyarakat," ujar Eva, dalam keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).

Patroli dilakukan KCIC bersama TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah setempat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi, penertiban layang-layang, serta pembagian bola dan alat olahraga lainnya kepada anak-anak sebagai alternatif kegiatan bermain yang tetap menyenangkan dan lebih aman bagi perjalanan Whoosh.

Baca juga : TNI-Polri Jaga Ketahanan Pangan: Langkah Strategis Hadapi Geopolitik Global

Pelaksanaan sosialisasi dan penertiban tersebut juga didukung Surat Edaran Wali Kota Cimahi Nomor 19 Tahun 2025 serta Surat Edaran Bupati Bandung Barat Nomor 2014 Tahun 2025 yang mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius 3 kilometer dari jalur Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Surat edaran tersebut menjadi dasar bagi KCIC bersama pemerintah daerah dalam melakukan edukasi, sosialisasi, serta penertiban aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh.

Selain patroli di lapangan, pemantauan juga dilakukan secara berlapis selama operasional berlangsung. Petugas pengamanan dan operasional rutin melakukan inspeksi di sepanjang jalur, sementara masinis turut melakukan pemantauan selama perjalanan. Apabila ditemukan aktivitas layang-layang yang berpotensi mengganggu operasional, informasi segera diteruskan kepada petugas di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat serta mengingatkan anak-anak agar memilih lokasi bermain yang aman dan jauh dari jalur Whoosh. Dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga perjalanan Whoosh tetap aman, nyaman, andal, dan tepat waktu bagi seluruh penumpang," tutup Eva.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.