Dark/Light Mode

Bangun Command Center, Pupuk Indonesia Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Rabu, 20 Mei 2026 18:57 WIB
Pupuk Indonesia menggelar kunjungan media ke Command Center yang berlokasi di Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Pupuk Indonesia menggelar kunjungan media ke Command Center yang berlokasi di Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Foto: Dwi Ilhami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari sekadar ruang kontrol, Command Center bagai ‘mata elang digital’ bagi PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam memantau, mengendalikan, dan mengoptimalkan seluruh rantai distribusi pupuk bersubsidi di penjuru Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Mengingat tahun 2026, Pupuk Indonesia ditargetkan mampu menyalurkan sebanyak 9,84 juta ton pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Indonesia.

Per Mei 2026, sebanyak 3,74 juta ton atau sekitar 34 persen dari jatah pupuk telah dialokasikan kepada para petani. Pusat kendali distribusi pupuk yang berlokasi di Graha Phonska, Jakarta ini memiliki tiga layar raksasa utama yang memonitor proses distribusi pupuk dari pabrik hingga titik secara real-time.

Mulai dari pengangkutan di pelabuhan, penyaluran dengan truk-truk sampai di gudang-gudang penyimpangan untuk didistribusikan di kios-kios resmi Pupuk Indonesia hingga diserahkan secara langsung kepada petani dan nelayan.

“Command Center yang kami bangun ini untuk memastikan pupuk subsidi tepat sasaran, mencegah penyimpanan, dan menjaga ketersediaan pupuk secara efisien melalui integrasi data dan teknologi modern,” ujar Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira dalam acara kunjungan media ke Command Center-nya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Yehezkiel menyampaikan, Command Center juga sekaligus amanah dari Peraturan Presiden (Perpres) No. 113 Tahun 2026 yang merupakan penyempurnaan dari Perpres No. 6 Tahun 2025.

“Melalui efisiensi yang dihasilkan, pemerintah untuk pertama kalinya dalam sejarah menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen pada Oktober 2025,” katanya.

Baca juga : Bank Indonesia Naikkan BI Rate 50 Bps Jadi 5,25 Persen

Dia mengatakan, perubahan regulasi ini semakin mempermudah petani dalam menebus pupuk bersubsidi, terbukti dengan peningkatan penebusan pupuk bersubsidi yang mencapai 35 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di kesempatan yang sama, Senior Vice President (SVP) Distribusi Pupuk Indonesia Veronika Trisna Sukmawati menyebut, Command Center menjadi bagian dari transformasi digital perusahaan yang mengintegrasikan berbagai sistem digital distribusi Pupuk Indonesia dalam satu dashboard monitoring.

Masih dalam Perpres yang sama Nomor 113 Tahun 2025, Pupuk Indonesia berperan sebagai penanggung jawab utama penyaluran pupuk hingga ke tingkat Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

“Melalui transformasi digital ini, Pupuk Indonesia membangun rantai pasok pupuk yang lebih efisien, terintegrasi, dan responsif dengan menghubungkan proses distribusi dari hulu hingga hilir," ujarnya.

Dalam operasionalnya, Command Center dilengkapi berbagai fitur monitoring yang terhubung di setiap tahapan distribusi. Pada tahap produksi, Command Center mampu memantau tingkat produktivitas seluruh pabrik Pupuk Indonesia Grup.

Selanjutnya pada tahap distribusi, fitur pelacakan kapal dan truk berbasis GPS memungkinkan Pupuk Indonesia memantau pergerakan distribusi di lapangan, sekaligus mendeteksi potensi hambatan maupun penyimpangan selama proses pengangkutan berlangsung.

Veronika menambahkan, Command Center juga dilengkapi dengan sistem Distribution Planning and Control System (DPCS) digunakan untuk memantau kondisi stok pupuk di berbagai wilayah, menggunakan indikator warna sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi kekurangan pasokan lebih dini.

Baca juga : Ciptakan Lingkungan Sehat, PKB Dorong Gerakan Pilah Sampah Nasional

Melalui sistem ini, Pupuk Indonesia dapat mengetahui daerah dengan permintaan pupuk yang tinggi dan dapat segera melakukan penyesuaian distribusi, tanpa menunggu laporan manual.

“Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami dapat segera melakukan penyesuaian pasokan pupuk agar distribusi tetap berjalan lancar dan kebutuhan petani selalu terpenuhi,” ujarnya. 

Dengan pemantauan terintegrasi mulai dari proses produksi hingga distribusi, Pupuk Indonesia mampu menjaga ketersediaan stok pupuk nasional tetap dalam kondisi aman.

Hingga 19 Mei 2026, stok pupuk nasional tercatat sebanyak 1,17 juta ton yang terdiri dari berbagai jenis pupuk.

Sementara itu, SVP Digitalisasi & Data Science Pupuk Indonesia Yetty Endarwati menyampaikan, setelah melewati proses distribusi dari pabrik hingga PPTS, aplikasi iPubers menjadi bagian akhir dalam penyaluran pupuk subsidi kepada petani.

“Melalui iPubers, petani yang berhak cukup membawa KTP untuk melakukan penebusan di PPTS, sehingga proses penyaluran menjadi lebih mudah, tertib, dan tepat sasaran,” ucapnya.

Dia menegaskan, iPubers juga terintegrasi dengan Command Center dan menjadi salah satu sumber data utama untuk memantau penyaluran pupuk subsidi secara real-time.

Baca juga : Hadirkan Sport Center, Universitas Trilogi Kampanyekan Kampus Sehat dan Produktif

“Saat ini, rata-rata 2,5 juta transaksi penebusan pupuk subsidi dimonitor setiap bulan melalui integrasi sistem tersebut,” katanya.

Data yang tercatat melalui iPubers mencakup identitas penerima, jumlah pupuk, waktu transaksi, hingga lokasi penebusan sehingga penyaluran pupuk menjadi lebih tertelusur dan akuntabel. Integrasi tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap anomali penebusan maupun potensi penyimpangan distribusi.

VP Perencanaan Penjualan & Penagihan PSO Anggy Fajar Maghfiroh menambahkan, Pupuk Indonesia juga tetap melakukan pengawasan langsung di lapangan untuk memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan sesuai ketentuan.

Pengawasan tersebut diperkuat melalui koordinasi dengan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta dinas terkait.

“Pengawasan distribusi tidak hanya dilakukan melalui sistem digital, tetapi juga diperkuat melalui koordinasi dan monitoring langsung di lapangan agar penyaluran pupuk subsidi tetap berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan,” ujar Anggy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.