RM.id Rakyat Merdeka - Bupati Batang Muhammad Faiz Kurniawan menganggap, upaya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Kabupaten Batang tak bisa dilakukan dengan cara 'normal'. Sebab itu, pihaknya siap menjalankan kebijakan ekstrem untuk merealisasikan seluruh target yang telah ditetapkan.
"Di tengah ketatnya persaingan antar daerah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kabupaten Batang tidak bisa tumbuh biasa-biasa saja. Kita harus mendongkrak pertumbuhan ekonomi, mulai dari menggenjot investasi hingga mewajibkan perusahaan menyerap tenaga kerja lokal," ujar Faiz, di Kantor Bupati Batang, Jateng, Jumat (12/6/2026).
Dia mengklaim, strategi agresif yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang telah membuahkan hasil positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tumbuh sebesar 7,79 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen maupun nasional sebesar 5,11 persen.
Baca juga : Parpol Kecil Jangan Putus Asa, Disertasi Ini Tawarkan Jalan Keluar ke Parlemen
"Capaian itu mengantarkan Kabupaten Batang meraih penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 untuk kategori Pertumbuhan Ekonomi Terbaik," imbuhnya.
Politisi Partai Golkar itu menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tak akan membawa dampak besar, jika tidak diiringi dengan tata kelola pemerintahan yang sehat. Sebab itu, Pemkab Batang terus memperkuat akuntabilitas keuangan daerah, serta kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
"Ini adalah tahun kesepuluh berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Batang memperoleh opini WTP. Keberhasilan mempertahankan opini WTP menjadi modal penting dalam meningkatkan kepercayaan investor. Sepanjang 2025, nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Batang melonjak Rp 2 triliun," jelasnya.
Baca juga : Momen Hangat di RSUD KH. Muhammad Thohir Krui, Prabowo Sapa & Doakan Pasien
Faiz memastikan, derasnya arus investasi tak hanya akan menguntungkan para pemilik modal. Menurut dia, Pemkab Batang konsisten menerapkan kebijakan yang mewajibkan investor memprioritaskan tenaga kerja lokal.
"Melalui program Daker (Dapat Kerja), sebanyak 2.117 peserta pelatihan berhasil terserap ke dunia industri pada tahun 2025. Kebijakan itu berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, daya beli, aktivitas UMKM, serta penurunan angka kemiskinan," tuturnya.
Di sektor pembangunan manusia, lanjut Faiz, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Batang meningkat menjadi 71,70 dan masuk kategori tinggi. Neraca keuangan daerah juga menunjukkan tren positif, meningkat menjadi Rp 3,31 triliun atau naik 2,12 persen dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga : Armuzna Tuntas, Kemenhaj Fokus Siapkan Kepulangan Jemaah
Dia menegaskan, seluruh capaian itu merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Batang. "Kabupaten ini telah membuktikan mampu melakukan lompatan besar, menjadi pusat industri modern yang maju tanpa kehilangan keberpihakannya pada rakyat kecil," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.