BREAKING NEWS
 

Libatkan Mahasiswa, Kunker Gibran Dinilai Perkuat Dialog Publik

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 20 Juni 2026 18:05 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengajak lima perwakilan mahasiswa dalam kunjungan kerja (kunker) ke Ende, Gorontalo serta Wilayah Papua. Foto: BPMI Setwapres

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka yang mengajak sejumlah mahasiswa dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Keterlibatan mahasiswa dinilai sebagai upaya positif untuk memperkuat ruang dialog antara pemerintah dan generasi muda, sekaligus menghadirkan penilaian yang lebih objektif terhadap berbagai program pembangunan.

Pengamat politik Universitas Tanjungpura (Untan) Kalimantan Barat, Dr. Erdi  menilai mahasiswa merupakan kelompok yang relatif netral dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah.

Karena itu, pelibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja dinilai sebagai langkah yang tepat. “Apa yang dilakukan Pak Wapres ini sangat tepat. Karena pihak yang sangat netral dalam berpendapat, berbicara, dan menilai kinerja adalah mahasiswa. Mereka ini kelompok terpelajar yang sudah seharusnya dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” kata Erdi, Jumat (19/6/2026).

Baca juga : Budiman: Mahasiswa Jangan Dibenturkan Dengan Ekonomi Kerakyatan

Menurut Erdi, selama ini mahasiswa kerap mencari ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. Karena itu, keterbukaan Wapres dalam menerima mahasiswa dan mengajak mereka berdialog menjadi sinyal positif bagi penguatan partisipasi publik dalam proses pembangunan.

Dia juga menilai langkah tersebut dapat mematahkan narasi yang menyebut Wapres Gibran “alergi” terhadap mahasiswa maupun diskusi intelektual.

“Ketika Mas Wapres mau menerima mahasiswa, ini merupakan langkah berani dan mungkin belum pernah terjadi. Mahasiswa berada di tengah dinamika demonstrasi, lalu Wapres menerima mereka untuk berdialog dan menyerap aspirasi. Ini preseden yang baik,” ujarnya yang juga Wakil Dekan III FISIP Untan bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Adsense

Erdi menambahkan, pelibatan mahasiswa dapat memastikan aspirasi kelompok muda tersampaikan langsung kepada pengambil kebijakan. Dengan demikian, kritik dan masukan tidak berhenti pada aksi demonstrasi, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi Pemerintah.

Baca juga : Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa, Janji Perbaiki Kekurangan Program Pemerintah

“Ketika mahasiswa diberikan saluran dan peran, ini langkah maju. Aspirasi mereka bisa langsung sampai ke pengambil kebijakan. Kita berharap itu bisa diwujudkan dalam bentuk program nyata,” katanya.

Senada, pakar kebijakan publik sekaligus dosen FISIP Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai pelibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja dapat membantu mengurangi kesenjangan informasi di masyarakat, khususnya terkait kebijakan pembangunan Pemerintah.

“Untuk mengatasi kesenjangan informasi, metode seperti ini bisa menjadi solusi agar mahasiswa juga mendapat informasi langsung dari sisi pemerintah, termasuk terkait kebijakan pengelolaan lahan di Papua,” ujarnya.

Dia menambahkan, mahasiswa perlu diberi kesempatan melihat langsung kondisi di lapangan agar memperoleh informasi yang lebih utuh dan berimbang.

Baca juga : Respons Aksi Mahasiswa, Mensesneg: Pemerintah Perkuat Koordinasi Benahi Ekonomi

“Ini upaya Pemerintah agar mahasiswa bisa membandingkan informasi dari berbagai sumber dengan versi pemerintah. Artinya, ada proses keterbukaan yang dibangun,” kata Kristian.

Sebagaimana diketahui, salah satu isu yang disuarakan mahasiswa dari berbagai kampus adalah evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola program, termasuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua tersebut, Wapres Gibran turut mengajak lima perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Mereka adalah Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia (UI), Nolan Christopher Adam dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense