RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024. Kehadiran Dito di Gedung Merah Putih KPK menarik perhatian. Sebab, tubuhnya jauh terlihat lebih kurus.
Mengenakan polo hitam, Dito yang tiba di markas komisi antirasuah sekitar pukul 09.58 WIB mengakui dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tersebut. “Ini undangannya terkait kasus haji,” kata Dito.
Baca juga : BSI Pastikan Persiapan Operasional Cabang Di Arab Saudi Makin Matang
Dia mengaku tidak membawa dokumen khusus untuk pemeriksaan tersebut. Hanya amplop cokelat berisi surat undangan yang ditunjukkannya kepada wartawan.
Yang menarik perhatian wartawan adalah tubuh Dito kini terlihat jauh lebih kurus dibandingkan saat terakhir diperiksa KPK pada 23 Januari 2026 lalu.
Baca juga : Hasil Temuan KPK, 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli
Ditanya wartawan soal perubahan tersebut, Dito mengaku mengisi hari-harinya dengan olahraga dan ngegym. "Mumpung nggak sibuk," tutur Dito.
Dia nuga menjelaskan, dirinya baru mengikuti ajang olahraga Hyrox INA 2026 yang digelar pekan lalu. “Iya (ikut Hyrox INA, red). Finish under dua jam. Relay, relay. Baru perdana kita,” ucapnya sembari tertawa kecil.
Baca juga : Muhadjir Penuhi Panggilan KPK karena Tak Ingin Dianggap Menghindar
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka. Mereka adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex.
Lalu, Direktur Operasional Maktour Travel Ismail Adham, serta mantan Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Asrul Azis Taba.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.