RM.id Rakyat Merdeka - Maraknya komentar terkait judi online di berbagai platform media sosial dinilai tidak lagi sekadar menjadi sarana promosi terselubung. Narasi tersebut diduga sengaja dirancang untuk memancing kemarahan publik sekaligus memprovokasi masyarakat terhadap langkah pemerintah dalam memberantas praktik judi daring.
Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, M. Nur Sholikin, mengatakan pola komentar yang terus bermunculan di ruang digital menunjukkan adanya upaya sistematis untuk memengaruhi opini publik dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, khususnya langkah tegas yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Semakin banyak komentar terkait judi online di media sosial tidak hanya dimaksudkan sebagai promosi judi online, tetapi juga sengaja dibuat untuk menimbulkan kemarahan dan memprovokasi masyarakat terhadap pemerintah, khususnya Komdigi yang mengambil kebijakan dan tindakan tegas terhadap judi online," kata Sholikin dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, fenomena tersebut perlu diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan ruang digital untuk mempertahankan ekosistem judi online. Narasi provokatif dinilai menjadi salah satu cara untuk mendiskreditkan upaya pemberantasan yang tengah dilakukan pemerintah.
Baca juga : Peringatan Hari Bumi Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Lingkungan
"Ini merupakan bentuk provokasi yang sistematis dari pihak-pihak yang mencari keuntungan dari maraknya judi online untuk mendiskreditkan upaya pemerintah dalam memberantas judi online," ujarnya.
Sholikin menekankan pentingnya peran platform media sosial untuk memperketat moderasi konten, terutama terhadap komentar yang mengandung unsur provokasi, promosi terselubung, maupun upaya memecah belah masyarakat.
Menurutnya, platform digital tidak bisa hanya bersikap pasif dengan menunggu laporan dari pemerintah atau masyarakat. Perusahaan penyedia platform harus lebih proaktif dalam mendeteksi dan menghapus konten bermasalah.
"Platform harus lebih proaktif dan tegas dalam mendeteksi serta menghapus komentar yang bertujuan memprovokasi dan memecah belah masyarakat dalam menyikapi maraknya judi online dan tindakan tegas yang dilakukan pemerintah," katanya.
Baca juga : Pentingnya Penulisan Yang Jelas & Ringkas Dalam Komunikasi Publik
Ia menambahkan, meski Komdigi dapat melaporkan berbagai konten bermasalah kepada platform digital, tanggung jawab menjaga ekosistem digital yang sehat juga berada di tangan perusahaan platform.
Apabila laporan yang disampaikan pemerintah tidak ditindaklanjuti secara serius, lanjut Sholikin, publik berpotensi mempertanyakan komitmen platform dalam mendukung pemberantasan judi online.
"Jika laporan Komdigi tidak ditindaklanjuti, publik tentu akan bertanya mengapa platform tidak mengambil tindakan tegas. Apakah karena ketidakpedulian terhadap dampak judi online atau ada faktor lain," ujarnya.
Di sisi lain, Sholikin mengapresiasi langkah Komdigi yang terus melakukan penindakan terhadap situs maupun konten judi online di ruang digital. Menurutnya, upaya pemutusan akses terhadap situs judi online serta penghapusan konten promosi judi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif praktik perjudian daring.
Baca juga : Gus Ipul Pastikan Bersih Dan Bebas Praktik KKN
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemberantasan judi online tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi. Penanganan persoalan tersebut membutuhkan sinergi lintas lembaga agar lebih efektif.
Sholikin mendorong Komdigi terus memperkuat koordinasi dengan Polri, PPATK, OJK, Bank Indonesia, serta BIN untuk memutus rantai operasional judi online, mulai dari promosi di ruang digital, aliran dana, hingga penegakan hukum terhadap para pelaku.
Selain kolaborasi antarlembaga, ia menilai partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mendukung pemberantasan judi online. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang beredar di media sosial serta aktif melaporkan konten yang mengandung unsur promosi judi online.
"Komdigi tidak bisa bekerja sendirian. Dukungan masyarakat luas sangat diperlukan agar penegakan hukum dapat berjalan efektif dan masyarakat terlindungi dari bahaya judi online," tutup Sholikin.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.