BREAKING NEWS
 

APK DEN Dan Utusan Khusus Presiden Bahas Ketahanan Energi

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 4 Juli 2026 06:09 WIB
Satya Widya Yudha dari Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar pertemuan penting melalui forum APK (Anggota dan Pimpinan/Kepala) dengan Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, Jumat (3/7/2026). Foto: DEN

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Energi Nasional (DEN) menggelar pertemuan penting melalui forum APK (Anggota dan Pimpinan/Kepala) dengan Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, Jumat (3/7/2026).

Audiensi yang berlangsung di Jakarta ini dipimpin langsung oleh Satya Widya Yudha selaku pimpinan rombongan APK DEN. Pertemuan ini sendiri memiliki tujuan untuk menyelaraskan langkah strategis percepatan transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Dalam audiensi tersebut, kata Satya, Hashim Djojohadikusumo tidak hanya menyoroti aspek teknis pengembangan energi, tetapi juga memberikan dukungan penuh agar DEN dapat lebih aktif dalam melakukan pengawasan kebijakan energi yang bersifat lintas sektor.

Dukungan ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DEN sebagai lembaga perencana dan pengawas kebijakan energi nasional yang menyentuh berbagai kementerian dan lembaga.

Baca juga : Transformasi Bisnis, BIKE Resmi Ganti Nama Bhineka Inovasi Ketahanan Energi

Hashim menilai, pengawasan yang kuat sangat krusial mengingat kebijakan energi seringkali tumpang tindih antarsektor, sehingga DEN perlu menjadi garda terdepan dalam memastikan sinkronisasi kebijakan di tingkat hulu hingga hilir.

Dalam pertemuan tersebut, ditegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih, yang dipandang tidak hanya sebagai tanggung jawab lingkungan, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk penciptaan lapangan kerja dan penguatan swasembada energi. Transisi ini menjadi krusial mengingat sektor energi akan menjadi kontributor emisi terbesar di masa sekarang dan mendatang.

“Hal ini didasarkan pada proyeksi bahwa pada tahun 2030, sektor lahan dan kehutanan diperkirakan telah mencapai kondisi net sink (serap karbon lebih besar dari emisi), sehingga sektor energi harus segera didekarbonisasi,” ujar Satya yang juga pernah tercatat sebagai Pimpinan Komisi Energi DPR Ri 2014-2018.

Adsense

Diskusi mendalam difokuskan pada pengembangan Energi Nuklir Skala Kecil atau Small Modular Reactor (SMR). Hashim Djojohadikusumo menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan PLTN skala kecil untuk menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel di berbagai daerah.

Baca juga : Menteri Ekraf Gandeng Yayasan Pena Bangsa Kembangkan Talenta Muda Daerah

Rencana ini sejalan dengan target ambisius pemerintah untuk menambah kapasitas energi nasional sebesar 100 GW dalam 15 tahun mendatang, yang juga mencakup pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWpeak.

Sebagai informasi, BRIN telah melaporkan kepada Dewan Energi Nasional bahwa telah mengidentifikasi 29 lokasi potensial untuk pembangunan PLTN di seluruh Indonesia. PLTN pertama sesuai RUPTL direncanakan menggunakan teknologi SMR dengan kapasitas sekitar 2x250 MW.

Pemerintah menargetkan PLTN perdana dapat beroperasi pada 2030 atau paling lambat 2032. Pada kesempatan itu para peserta juga membahas pengembangan biofuel sebagai bagian dari upaya mencapai kemandirian energi.

Pemerintahan Prabowo Subianto bergerak cepat untuk mengurangi ketergantungan pada energi fossil, memperluas energi terbarukan seperti biofuel, serta mendorong penggunaan biodiesel dan bioetanol, Presiden didampingi Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia yang juga Menteri ESDM akan segera meresmikan pencanangan B50 bulan ini.

Baca juga : KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan

Rombongan Lengkap APK DEN yang Hadir Audiensi yang dipimpin oleh Satya Widya Yudha ini diikuti oleh para anggota DEN dari unsur Pemangku Kepentingan yg turut berdiskusi secara aktif yaitu Jhoni Jonatan Numberi, Saleh Abdulrahman, Sripeni Inten Cahyani, Kholid Syeirazi, Surono, dan Unggul Prijanto. Total ada tujuh Anggota DEN yang hadir dan turut didampingi oleh dua Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal DEN.

“Pertemuan ini menegaskan sinergi erat antara Dewan Energi Nasional dan Utusan Khusus Presiden—tidak hanya dalam merumuskan kebijakan, tetapi juga dalam memperkuat fungsi pengawasan agar transisi energi berjalan tepat sasaran dan terintegrasi lintas kementerian/lembaga,” kata Satya.

Di akhir pertemuan, Satya Widya Yudha selaku pimpinan rombongan APK DEN menyerahkan buku A Visonary Autobiography Jejak Langkah Satya Widya Yudha – Pengabdian Tanpa Batas kepada Hashim Djojohadikusumo selaku Utusan Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim dan Energi.

“Beliau (Hashim) adalah tokoh yang ikut memberikan sambutan dalam buku saya, namun saat peluncuran buku tersebut di bulan April 2026 beliau berhalangan hadir. Momen audiensi ini pun dimanfaatkan untuk penyerahan secara langsung sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas kontribusi pemikiran yang telah diberikan,” ucap Satya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense