BREAKING NEWS
 

Dinyatakan Hashim, Adik Prabowo

Ada Iblis-Setan Merusak Citra MBG Dan Kopdes

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Senin, 6 Juli 2026 07:50 WIB
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat (3/7/2026). (Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya)

RM.id  Rakyat Merdeka - Adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menyebut ada “iblis dan setan” yang sengaja merusak citra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Padahal, kedua program prioritas Presiden tersebut dirancang untuk tujuan mulia, yakni untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Dalam perjalanan programnya ada penyelewengan, penyimpangan, bahkan ada yang merusak citra dari program yang mulia ini,” ujar Utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi tersebut, saat melantik Pengurus Srikandi Jaga Desa di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026). 

Hashim meceritakan, MBG itu digagas Prabowo sejak 2006 karena prihatin melihat angka stunting yang saat itu mencapai 30 persen. Ironisnya, angka stunting justru sempat meningkat hingga 38 persen. Hal ini yang membuat Prabowo terus mengampanyekan program tersebut sejak menjadi calon wakil presiden pada 2009, lalu calon presiden pada 2014, 2019, hingga terpilih pada 2024. 

Karena itu, Hashim memastikan pemerintah tidak akan menghentikan program MBG. Namun, dia meminta seluruh pihak ikut mengawasi, agar tujuan mulia program tersebut tidak dirusak oknum yang mencari keuntungan pribadi. 

Selain MBG, Hashim juga menyoroti program Kopdes Merah Putih. Menurutnya, program ini dibuat agar masyarakat desa terbebas dari ketergantungan terhadap tengkulak yang selama puluhan tahun menguasai rantai distribusi. Namun, ia mengaku menerima laporan program tersebut juga mulai disusupi praktik penyimpangan. 

“Jangan sampai tujuan mulia, jangan sampai program yang bagus itu, dirusak dengan setan-setan dan hamba iblis di seluruh Indonesia,” sesalnya. 

Baca juga : RI, Rusia, China, Saudi Kirim Delegasi, AS Tidak

Hashim mengingatkan, godaan untuk menyalahgunakan program pemerintah selalu ada. 

“Saya kira, semua kita beriman, kita percaya ada roh-roh gelap yang ada di atas kita. Mungkin masuk, menyusup ke kita, menggoda kita. Ini kita harus hati-hati,” pesannya. 

Ia menambahkan, bukan hanya MBG dan Kopdes Merah Putih yang menghadapi tantangan. Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial pun, mulai mendapat gangguan dari oknum tertentu. 

“Saya dengar Pak Wamen (Agus Jabo Priyono), ada juga yang mulai menggoyang dan mulai menggoda pengurus-pengurus dari Sekolah Rakyat ini,” ungkap Hashim. 

Adsense

Di tengah sorotan publik, pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap program-program prioritas tersebut.

Badan Gizi Nasional (BGN) kini mengevaluasi pelaksanaan MBG, mulai dari efisiensi anggaran, sasaran penerima manfaat hingga tata kelola pelaksanaan di lapangan. 

Baca juga : Kasus Vonis Lepas CPO Inkrah, MA Ajukan Pencopotan 4 Hakim Ke Presiden

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan evaluasi terhadap MBG dan Kopdes Merah Putih terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, setiap program baru pasti menghadapi tantangan pada tahap awal. 

“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” tegas Purbaya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026). 

Ia menambahkan, setiap kebijakan strategis pemerintah selalu dibahas secara menyeluruh. Tentunya, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, serta kemampuan fiskal negara. 

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan proses hukum terhadap dugaan korupsi program MBG akan dilakukan tanpa pandang bulu. 

“Seperti dikatakan Bapak Presiden bahwa hukum sekarang ditegakkan tanpa pandang bulu, apa pun latar belakangnya,” kata Qodari. 

Diketahui, tersangka dugaan korupsi program MBG terus bertambah. Kejaksaan Agung (Kejagung) membagi penanganan perkara menjadi tiga klaster. Yakni, dugaan kongkalikong di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengadaan sepeda motor listrik, serta pengadaan ompreng MBG. 

Baca juga : Haryono Umar: Kalau Naik, Sama Saja Menggarami Lautan

Kasus ini berawal dari penetapan tersangka tiga petinggi BGN, yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya. Kemudian, Kejagung kembali menetapkan orang kepercayaan Sony Sonjaya, yakni Asep Soemantri sebagai tersangka juga. 

Penyidik kemudian melakukan pengembangan dan menetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono, yang merupakan produsen motor listrik BGN dan Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing sebagai tersangka. 

Terbaru, Kejagung menetapkan Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Brigjen Lalu Muhammad Irwan Mahardan (LMI) sebagai tersangka, Kamis (2/7/2026). Dia merupakan anggota polisi aktif yang ditugaskan pada BGN sejak 2025. LMI diduga melakukan korupsi dalam pengadaan ompreng MBG. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense